iPhone 18 Pro Indonesia Masih Pakai SIM Fisik, Berbeda dari 12 Negara

Kamis 10 Sep 2026, 19:40 WIB
Bocoran iPhone 18 Pro yang diproyeksikan meluncur pada September 2026. (Sumber: X/@techactually)
Bocoran iPhone 18 Pro yang diproyeksikan meluncur pada September 2026. (Sumber: X/@techactually)

POSKOTA.CO.ID - Apple mulai memperluas penggunaan eSIM pada lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Namun, langkah menuju iPhone tanpa kartu SIM fisik tersebut belum berlaku secara merata di semua negara.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang masih mendapatkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan slot kartu SIM fisik. Artinya, konsumen Tanah Air masih bisa menggunakan kartu SIM konvensional, di samping eSIM jika operator seluler yang digunakan sudah mendukungnya.

Perbedaan konfigurasi ini menarik karena perangkat yang memiliki nama dan desain sama ternyata dapat mempunyai susunan komponen internal berbeda, tergantung negara pemasaran.

Baca Juga: iOS 27 Tersedia untuk Hp Apa Saja? Simak Daftar iPhone yang Kebagian dan Cara Updatenya

12 Negara Mulai Tinggalkan Slot SIM Fisik

Mengutip laporan MacRumors, Kamis (10/9/2026), Apple menyediakan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max versi eSIM-only di 12 negara dan wilayah.

Pasar tersebut mencakup Bahrain, Kanada, Guam, Jepang, Kuwait, Meksiko, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Kepulauan Virgin AS.

Pada model tersebut, pengguna tidak lagi menemukan baki untuk kartu SIM fisik. Aktivasi layanan seluler sepenuhnya dilakukan menggunakan eSIM.

Kebijakan ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi Apple. Perusahaan sudah menghapus slot SIM fisik pada iPhone yang dijual di Amerika Serikat sejak iPhone 14. Kini, cakupannya mulai diperluas ke sejumlah pasar lain.

Sementara itu, Indonesia masih mempertahankan konfigurasi yang lebih fleksibel.

Mengapa Indonesia Masih Mendapat SIM Fisik?

Keputusan mempertahankan slot SIM fisik tidak bisa dilepaskan dari kondisi masing-masing pasar. Peralihan ke eSIM bukan hanya urusan produsen smartphone, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan operator dan kebiasaan pengguna.

Bagi sebagian konsumen Indonesia, kartu SIM fisik masih menjadi cara praktis untuk memindahkan nomor dari satu perangkat ke perangkat lain. Proses aktivasi eSIM juga dapat berbeda antara operator.


Berita Terkait


News Update