Tingginya harga komoditas pedas ini mulai menggerus daya beli masyarakat. Suherlina, 26 tahun, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus memutar otak agar anggaran belanja dapurnya tidak membengkak.
Guna menyiasati kenaikan harga, Suherlina terpaksa memangkas konsumsi harian. Alokasi seperempat kilogram cabai yang biasanya dihabiskan dalam sepekan, kini dihemat untuk kebutuhan dua pekan.
"Sekarang harus pintar-pintar hemat, apalagi kebutuhan lain seperti daging ayam juga naik. Kadang cabai segar saya campur atau ganti pakai cabai bubuk," ungkapnya.
Masyarakat dan pedagang kini berharap pemerintah segera menggelar operasi pasar serta membenahi rantai distribusi guna menekan permainan harga di tingkat tengkulak.
"Kami berharap pemerintah bisa melakukan operasi pasar untuk menekan harga cabai. Cabai kan salah satu bahan masakan yang dibutuhkan masyarakat," harap Suherlina.
