Purbayan juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap keluhan masyarakat mengenai polemik desil DTSEN yang ternyata masih banyak kekeliruan.
“Jadi kita enggak akan tutup mata terhadap komplain masyarakat. Apalagi katanya anak saya masuk desil 7. Kemarin yang tukang becak ada di desil 10. Kan enggak benar, apa tidaknya itu. Nanti saya cek lagi,” ujar Purbaya.
Purbaya mengatakan bahwa data yang ada saat ini belum final sehingga ia akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan BPS untuk memperbaikinya.
“Ini kan belum final. Setelah final baru kita tes nanti, saya akan tes sampel-sampel saja berapa ratus. Pas apa enggak, kalau sudah pas ya sudah berarti udah betul. Tapi kalau dari berapa ratus yang saya tes banyak yang meleset, saya akan diskusi lagi dengan BPS bagaimana cara memperbaikinya,” katanya.
Baca Juga: Frankie McDonald Orang Mana? Ini Sosok yang Viral Ramalkan Gempa Besar Guncang Jakarta 2026
Pekerjaan Anak Purbaya Jadi Sorotan
Setelah beredar data desil Yudo Achilles Sadewa yang masuk kategori kelompok desil 7, pekerjaan anak Purbaya itu pun ramai dipertanyakan warganet.
Seperti yang telah dijelaskan oleh Purbaya bahwa anaknya yang tercatat berada dalam desil 7 sebenarnya masuk dalam kelompok desil 10.
Yudo sendiri dikenal secara luas oleh publik sebagai seorang investor kripto dan trader muda asal Indonesia. Ia bercerita sudah menekuni dunia investasi tersebut sejak remaja saat berusia sekitar 16 tahun.
Saat itu, Yudo mengaku hanya memiliki modal sebesar Rp500.000 saja. Namun, berkat konsistensi dan ketekunannya menekuni investasi mata uang digital, ia berhasil meraup keuntungan hingga milyaran rupiah.
Yudo kemudian membagikan keberhasilannya itu dengan membuat sejumlah konten edukasi dan tips soal manajemen finansial berbasis kripto di media sosial.
