Indonesia Endowment Ecosystem Dorong Wakaf Jadi Penggerak Dampak Sosial

Rabu 09 Sep 2026, 21:47 WIB
Indonesia Endowment Ecosystem Summit 2026 digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (9/9/2026), mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun pendanaan sosial berkelanjutan. (Sumber: Istimewa)
Indonesia Endowment Ecosystem Summit 2026 digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (9/9/2026), mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun pendanaan sosial berkelanjutan. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.IDRumah Wakaf, Rumah Zakat, dan SharingHappiness.org mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun sumber pendanaan sosial jangka panjang melalui Indonesia Endowment Ecosystem.

Infrastruktur kolaborasi berbasis wakaf tersebut diperkenalkan melalui Indonesia Endowment Ecosystem Summit 2026 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

Indonesia Endowment Ecosystem hadir sebagai upaya menjawab tantangan keberlanjutan pendanaan berbagai program sosial. Model yang ditawarkan tidak hanya mengandalkan penggalangan dana secara berulang, tetapi mengembangkan kontribusi sosial menjadi aset produktif.

Hasil pengelolaan aset tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program sosial secara berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan.

Baca Juga: Apakah Keracunan Makanan Bisa Menyebabkan Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Medisnya

Chairman Indonesia Endowment Ecosystem sekaligus CEO Rumah Wakaf, Rendi Septiyan Nugraha, mengatakan ekosistem tersebut diharapkan mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan filantropi.

"Kontribusi yang dihimpun tidak semata-mata dibelanjakan hingga habis, melainkan dikelola secara produktif," ujarnya.

Dalam model tersebut, aset wakaf menjadi fondasi dana abadi, pengelolaan produktif menghasilkan manfaat berkelanjutan, sedangkan program sosial menjadi muara dampak bagi masyarakat.

Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan

Indonesia Endowment Ecosystem dirancang sebagai infrastruktur bersama yang menghubungkan pengelola wakaf, platform digital, organisasi sosial, institusi, komunitas, hingga mitra pengelola investasi.

SharingHappiness.org berperan sebagai gerbang digital yang menghubungkan donatur dengan berbagai kampanye endowment. Rumah Wakaf menjadi nazhir sekaligus pengelola tata kelola dan aset wakaf.

Sementara organisasi sosial dan institusi mitra berperan sebagai impact owner yang menjalankan program serta mengelola dampak sosial. Adapun mitra manajemen investasi mendukung pengelolaan aset secara profesional.

CEO SharingHappiness, Zaeni Ramdan, menilai teknologi digital dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam model filantropi jangka panjang.

Platform SharingHappiness.org disebut telah memiliki lebih dari 1,2 juta donatur aktif dalam ekosistem dan dikembangkan sebagai gerbang digital untuk berbagai kategori wakaf strategis.

Salah satu organisasi yang terlibat sebagai impact owner adalah Rumah Zakat. Chief Marketing & Digital Fundraising Officer Rumah Zakat, Didi Sabir, mengatakan pengalaman membangun dana abadi menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan dampak sosial, khususnya di bidang pendidikan.

Fokus Awal pada Dana Abadi Pendidikan

Indonesia Endowment Ecosystem mengembangkan empat portofolio dana abadi, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan.

Dana Abadi Pendidikan diarahkan untuk mendukung beasiswa, infrastruktur sekolah, dan riset. Dana Abadi Kesehatan mencakup layanan kesehatan komunitas dan fasilitas medis produktif.

Sementara Dana Abadi Lingkungan diarahkan untuk konservasi, energi bersih, dan ketahanan iklim. Adapun Dana Abadi Kemanusiaan difokuskan pada respons krisis dan pemberdayaan komunitas rentan.

Pada tahap awal, pendidikan menjadi fokus pertama pengembangan portofolio dana abadi.

Summit 2026 juga menghadirkan regulator, akademisi, praktisi bisnis, ekonomi dan keuangan syariah, serta pengelola wakaf untuk membahas pengembangan wakaf produktif, tata kelola investasi, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi kelembagaan.

Pengembangan Indonesia Endowment Ecosystem direncanakan berlangsung hingga 2028. Tahun ini difokuskan pada peluncuran ekosistem, penguatan tata kelola, serta onboarding mitra pendiri dan regulator.

Pada 2027, pengembangan diarahkan pada perluasan portofolio dana abadi, kemitraan investasi, dan sistem pelaporan dampak. Selanjutnya pada 2028, ekosistem ditargetkan berkembang secara nasional dan terintegrasi dengan kebijakan filantropi nasional.

Melalui konsep tersebut, Indonesia Endowment Ecosystem membawa visi menggeser pola hubungan antarpelaku sosial dari kompetisi penggalangan dana menuju kolaborasi untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.


News Update