Belum Ditemukan, 61 Personel SAR Gabungan Sisir Pulau Rakata dan Pulau Panjang

Rabu 09 Sep 2026, 15:21 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hilang kontak di Selat Sunda. (Sumber: Istimewa)
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hilang kontak di Selat Sunda. (Sumber: Istimewa)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.IDTim SAR gabungan resmi memperluas area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu, 9 September 2026.

Pada operasi hari kedua ini, pencarian dikembangkan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan melibatkan 61 personel gabungan. Tim bergerak dari Dermaga Marina, Kecamatan Carita, sejak pukul 07.00 WIB menuju titik-titik penyisiran strategis, termasuk kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Rizki, menjelaskan bahwa perluasan dilakukan berdasarkan evaluasi hasil pencarian hari pertama untuk memperbesar peluang ditemukannya seluruh korban.

"Operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan pencarian. Selain armada laut, tim juga membawa rescue car, truk personel, drone thermal, serta peralatan medis dan komunikasi," ujar Rizki di lokasi operasi, Rabu.

Baca Juga: Basarnas Lampung Kerahkan 2 RIB Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Skema Penyisiran dan Pembagian Wilayah SRU

Pencarian hari kedua ini mengombinasikan kekuatan dari Basarnas Banten, USS Pandeglang, Basarnas Lampung, TNI, Polri, BPBD, Balawista, hingga nelayan setempat. Tim membagi wilayah kerja menjadi empat unit utama, yaitu:

  • SRU 1 (KN SAR Tetuka 247): Menyisir area seluas 68,3 nautical mile (NM) dengan jarak antarjalur (spacing) 3 NM.
  • SRU 2 (KAL Anyer): Menyisir wilayah seluas 69,5 NM dengan spacing 3 NM.
  • SRU 3 (RIB 01 Lampung): Menyisir area seluas 67 NM dengan spacing 1 NM.
  • SRU 4 (RIB 02 Banten): Fokus melakukan penyisiran di sekitar kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Sejumlah kapal dan armada dikerahkan dalam operasi tersebut. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya 7017, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, serta kapal Polisi Airud Mabes Polri.

Mengenai kondisi di lapangan, cuaca di perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sementara ketinggian gelombang laut berada di kisaran 0,4 hingga 1 meter.

Baca Juga: Hari Kedua, Tim SAR Cari 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Daftar Nama 8 Korban Hilang Kontak

Hingga saat ini, keluarga dan kerabat korban telah memadati posko pencarian di Dermaga Marina sejak Selasa, 8 September 2026 malam untuk memantau perkembangan operasi.

Berikut adalah identitas delapan korban yang masih dalam pencarian:

Kru Kapal dan Pemandu

  • Warta (55) – Kapten Kapal
  • Surakman (60) – Anak Buah Kapal (ABK)
  • Heriyanto (49) – Guide

Jurnalis

  • M. Bagus Khoirunnas (Antara)
  • Ari Basuki (Merdeka)
  • Yudhis (iNews)
  • Daus (Anadolu)
  • Donal (Jurnalis Freelance)

Basarnas memastikan operasi akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika cuaca dan arus laut. Masyarakat serta nelayan yang beraktivitas di kawasan Gunung Anak Krakatau atau perairan Selat Sunda diimbau segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun para korban.

"Kami juga mengimbau nelayan, masyarakat, dan pengguna jasa transportasi laut untuk segera memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun delapan orang yang masih dalam pencarian," kata Rizki.


Berita Terkait


News Update