Apakah Gunung Gede, Kelud, Salak, Tambora hingga Toba Masih Aktif pada September 2026?

Senin 07 Sep 2026, 19:35 WIB
Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat memiliki sejarah erupsi besar pada 1815 dan hingga September 2026 masih menjadi bagian dari pemantauan aktivitas gunung api. (Sumber: Wilkipedia)
Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat memiliki sejarah erupsi besar pada 1815 dan hingga September 2026 masih menjadi bagian dari pemantauan aktivitas gunung api. (Sumber: Wilkipedia)

POSKOTA.CO.ID - Pertanyaan tentang apakah Gunung Gede, Kelud, Salak, Tambora hingga Toba masih aktif kembali muncul ketika aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia menjadi perhatian. Kelima nama tersebut sama-sama memiliki sejarah vulkanisme, tetapi kondisi masing-masing pada September 2026 tidak bisa disamakan.

Mengacu pada informasi aktivitas gunung api dan catatan Badan Geologi serta Smithsonian Global Volcanism Program, Gunung Gede, Kelud dan Salak masih termasuk gunung api aktif yang dipantau, sementara Tambora berada pada tingkat aktivitas yang lebih tinggi. Adapun Toba memiliki karakter berbeda karena merupakan sistem kaldera raksasa dengan riwayat erupsi purba.

Baca Juga: Gunung Bromo Dibuka Lagi 20 Agustus 2026, Apakah Semua Akses Wisata Sudah Bisa Dilalui? Cek Aturan Terbarunya

Gunung Gede masih aktif meski lama tidak meletus

Gunung Gede di Jawa Barat menjadi salah satu contoh bahwa gunung yang sudah puluhan tahun tidak mengalami erupsi bukan berarti otomatis menjadi gunung mati.

Badan Geologi mencatat erupsi terakhir Gede terjadi pada 1957. Saat itu, kolom erupsi dilaporkan mencapai sekitar 3.000 meter di atas Kawah Ratu. Dalam pemantauan sebelumnya, Gede berada pada Level I atau Normal.

Status Normal sendiri bukan berarti tidak ada aktivitas vulkanik. Artinya, berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, belum terlihat peningkatan aktivitas yang signifikan.

Karena itu, aktivitas Gede tetap dipantau dan wisatawan perlu mengikuti rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan otoritas.

Kelud dan Salak juga belum bisa disebut gunung mati

Gunung Kelud di Jawa Timur mempunyai catatan erupsi yang jauh lebih baru. Smithsonian mencatat erupsi terakhir terjadi pada 13 Februari 2014 dan diklasifikasikan sebagai erupsi dengan VEI 4.

Artinya, jeda lebih dari satu dekade sejak letusan besar tersebut tidak mengubah Kelud menjadi gunung tidak aktif. Badan Geologi juga mencatat Kelud sebagai gunung api strato dengan karakter erupsi yang dapat bersifat eksplosif.

Sementara itu, Gunung Salak di Jawa Barat juga masih memiliki catatan aktivitas vulkanik. Data Badan Geologi menyebut erupsi terakhir terjadi pada 1938 di Kawah Cikaluwung Putri. Kawasan kawah juga diketahui masih memiliki fumarola dan solfatara.

Smithsonian mencatat episode erupsi Salak pada 1938 sebagai erupsi terkonfirmasi dengan VEI 2.

Tambora masih aktif dan statusnya lebih tinggi

Berbeda dengan tiga gunung sebelumnya, Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat menjadi perhatian karena aktivitasnya berada pada Level II atau Waspada.

Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas berdasarkan pengamatan visual dan instrumental. Pada level tersebut, potensi erupsi mulai diperhitungkan sehingga rekomendasi keselamatan harus lebih diperhatikan.

Tambora sendiri memiliki sejarah yang sangat kuat. Erupsi 1815 membentuk kaldera sekitar 6 kilometer dan menjadi salah satu erupsi eksplosif terbesar dalam sejarah manusia. Smithsonian juga mencatat aktivitas erupsi kecil setelah 1815.

Laporan aktivitas 2026 dari Smithsonian yang bersumber dari PVMBG juga mencatat Tambora tetap berada pada Level 2 atau Waspada.

Lalu, apakah Gunung Toba masih aktif?

Bagian ini memang sedikit berbeda. Toba tidak berada dalam daftar gunung api yang saat ini diberi status aktivitas Level I sampai IV seperti gunung api aktif yang dipantau secara rutin untuk potensi erupsi.

Badan Geologi sebelumnya menjelaskan Danau Toba sebagai supervolcano dan gunung api yang sudah tidak aktif lagi dalam klasifikasi Tipe B.

Namun, kata “tidak aktif” bukan berarti seluruh proses geologi di kawasan tersebut berhenti. Toba merupakan sistem kaldera raksasa dengan sejarah erupsi sejak jutaan tahun lalu. Smithsonian mencatat empat episode erupsi besar, dengan Young Toba Tuff sekitar 74.000 tahun lalu sebagai salah satu letusan terbesar yang diketahui pada zaman Kuarter.

Baca Juga: Sosok Pacar Baru Raisa Siapa? Profil dan Biodata Mathis Molinie Jadi Sorotan usai Sinyal Go Public

Jadi, mana yang masih aktif?

  • Gunung Gede — masih merupakan gunung api aktif dan dipantau.
  • Gunung Kelud — masih aktif dengan erupsi terakhir pada 2014.
  • Gunung Salak — masih memiliki aktivitas vulkanik dan catatan erupsi.
  • Gunung Tambora — masih aktif dan berada pada Level II atau Waspada.

Toba merupakan sistem supervolcano/kaldera purba dan dalam klasifikasi Indonesia tidak berada pada status aktivitas Level I-IV seperti gunung api aktif.

Pada akhirnya, istilah “masih aktif” tidak cukup hanya dilihat dari kapan sebuah gunung terakhir kali meletus. Status gunung api ditentukan berdasarkan karakter geologi, sejarah erupsi serta hasil pemantauan aktivitas terkini. Karena itu, gunung yang puluhan bahkan ribuan tahun tidak mengalami letusan belum tentu dapat langsung disebut gunung mati.


Berita Terkait


News Update