Wacana Tarif Tiket Masuk Ragunan Naik jadi Rp10.000, Kenneth: Dorong Kemandirian dan Peningkatan Kualitas

Jumat 04 Sep 2026, 14:31 WIB
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. (Sumber: Istimewa)
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Rencana penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) memasuki babak baru. Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Ragunan telah menyepakati adanya rencana kenaikan harga tiket masuk dari yang berlaku saat ini.

Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kualitas fasilitas, standar keamanan, hingga efisiensi anggaran daerah.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan layanan di area Ragunan. Menurutnya, tarif yang berlaku saat ini sudah tidak relevan.

"Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat," ujar Dimaz, Jumat, 4 September 2026.

Baca Juga: Pengunjung Ragunan Nikmati Layanan Kesehatan Posko Siaga Lebaran PMI Jaksel

Kendati demikian, Komisi C merencanakan penyesuaian harga tiket masuk menjadi Rp10.000 per orang. Angka ini dinilai masih sangat rasional dan terjangkau jika dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Saat ini, harga tiket Ragunan tercatat sebesar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

“Tarif sekarang paling mahal Rp4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” tutur dia.

Senada dengan Dimaz, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth atau akrab disapa Bang Kent, menilai penyesuaian tarif memang perlu dilakukan demi membenahi berbagai sarana dan prasana di Ragunan.

Baca Juga: 82 Ribu Pengunjung Padati Taman Margasatwa Ragunan Hari Kedua Lebaran

Ia menyampaikan beberapa catatan kritis hasil inspeksi lapangan yang melandasi pentingnya penyesuaian tarif ini, antara lain:

Peningkatan Standar Keamanan Kandang

Keamanan pengunjung menjadi sorotan utama menyusul insiden seorang anak yang terjatuh ke area kandang gajah pada Mei 2026 lalu. Tambahan pendapatan tiket diharapkan dapat mendanai pembenahan infrastruktur kandang secara menyeluruh.

Kekurangan Tenaga Dokter Hewan

Saat ini, TMR menampung lebih dari 2.200 ekor satwa, tetapi hanya didukung oleh 8 orang dokter hewan. Rasio ini dinilai sangat tidak seimbang sehingga penambahan tenaga medis hewan menjadi prioritas utama.

Kesejahteraan Satwa dan Program Pemuliaan

Penambahan anggaran dibutuhkan untuk perbaikan sanitasi, kebersihan toilet, hingga program pertukaran satwa seperti rencana mencarikan pasangan bagi gorila jantan agar dapat berkembang biak dengan baik.

Baca Juga: Hore! Manfaatkan Momentum Libur Waisak, Taman Margasatwa Ragunan Dipadati 95.000 Lebih Pengunjung

Kesejahteraan Pegawai dan Kemandirian Finansial

Saat ini, APBD DKI Jakarta masih menanggung sekitar 70 persen dari total biaya operasional Ragunan. Kenaikan tarif diharapkan dapat mendorong Ragunan bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri secara finansial.

“Harapan kami dengan adanya peningkatan tarif ini adalah Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” tutur Kent.

Di sisi lain, Kepala Taman Margasatwa Ragunan, Endah Rumiyanti, menyambut baik adanya wacana penyesuaian harga tarif masuk.

Ia membeberkan bahwa operasional Ragunan membutuhkan anggaran sekitar Rp160 miliar per tahun, sementara pendapatan mandiri dari tiket masuk hanya mampu mengumpulkan sekitar Rp30 miliar per tahun.

Endah menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif ini bukan bentuk komersialisasi kawasan wisata publik.

"Bila penyesuaian tarif ini terlaksana, fokus utama kami adalah pembenahan fasilitas pendukung, pemeliharaan kandang satwa, hingga penataan zonasi berdasarkan masterplan. Goal utamanya adalah menghadirkan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif," jelas Endah.


Berita Terkait


News Update