Wacana Tarif Tiket Masuk Ragunan Naik jadi Rp10.000, Kenneth: Dorong Kemandirian dan Peningkatan Kualitas

Jumat 04 Sep 2026, 14:31 WIB
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. (Sumber: Istimewa)
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. (Sumber: Istimewa)

Keamanan pengunjung menjadi sorotan utama menyusul insiden seorang anak yang terjatuh ke area kandang gajah pada Mei 2026 lalu. Tambahan pendapatan tiket diharapkan dapat mendanai pembenahan infrastruktur kandang secara menyeluruh.

Kekurangan Tenaga Dokter Hewan

Saat ini, TMR menampung lebih dari 2.200 ekor satwa, tetapi hanya didukung oleh 8 orang dokter hewan. Rasio ini dinilai sangat tidak seimbang sehingga penambahan tenaga medis hewan menjadi prioritas utama.

Kesejahteraan Satwa dan Program Pemuliaan

Penambahan anggaran dibutuhkan untuk perbaikan sanitasi, kebersihan toilet, hingga program pertukaran satwa seperti rencana mencarikan pasangan bagi gorila jantan agar dapat berkembang biak dengan baik.

Baca Juga: Hore! Manfaatkan Momentum Libur Waisak, Taman Margasatwa Ragunan Dipadati 95.000 Lebih Pengunjung

Kesejahteraan Pegawai dan Kemandirian Finansial

Saat ini, APBD DKI Jakarta masih menanggung sekitar 70 persen dari total biaya operasional Ragunan. Kenaikan tarif diharapkan dapat mendorong Ragunan bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri secara finansial.

“Harapan kami dengan adanya peningkatan tarif ini adalah Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” tutur Kent.

Di sisi lain, Kepala Taman Margasatwa Ragunan, Endah Rumiyanti, menyambut baik adanya wacana penyesuaian harga tarif masuk.

Ia membeberkan bahwa operasional Ragunan membutuhkan anggaran sekitar Rp160 miliar per tahun, sementara pendapatan mandiri dari tiket masuk hanya mampu mengumpulkan sekitar Rp30 miliar per tahun.

Endah menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif ini bukan bentuk komersialisasi kawasan wisata publik.

"Bila penyesuaian tarif ini terlaksana, fokus utama kami adalah pembenahan fasilitas pendukung, pemeliharaan kandang satwa, hingga penataan zonasi berdasarkan masterplan. Goal utamanya adalah menghadirkan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif," jelas Endah.


Berita Terkait


News Update