Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi pada, 3 September 2026: Kapasitas Produksi Capai 150.000 Mobil per Tahun

Jumat 04 Sep 2026, 14:50 WIB
BYD resmi membuka pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat pada, 3 September 2026. (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)
BYD resmi membuka pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat pada, 3 September 2026. (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)

POSKOTA.CO.ID - BYD resmi meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) pertamanya di Indonesia. Pabrik tersebut berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, dan menjadi langkah baru BYD dalam memperkuat industri kendaraan energi baru di Tanah Air.

Kehadiran fasilitas ini menandai babak baru perjalanan BYD di Indonesia. Setelah sebelumnya fokus menghadirkan kendaraan energi baru kepada konsumen, BYD kini mulai memperkuat keterlibatannya langsung dalam industri manufaktur dan ekosistem kendaraan energi baru di dalam negeri.

Peresmian pabrik BYD Indonesia dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca Juga: 70mai Luncurkan Dash Cam 4K A800SE-4G, Bisa Pantau Mobil dari Jarak Jauh

Pabrik BYD Subang Jadi Fasilitas Produksi ke-13 Secara Global

Fasilitas manufaktur BYD di Subang menjadi pabrik produksi BYD yang ke-13 secara global. Indonesia pun dipandang sebagai salah satu basis strategis perusahaan dalam memperluas kapasitas manufaktur dan memperkuat lokalisasi industri di Asia Tenggara.

Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan Indonesia tidak hanya menjadi pasar penting bagi BYD, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan transisi energi dan kendaraan energi baru.

Selama lebih dari 30 tahun, BYD telah mengembangkan teknologi energi baru di berbagai sektor. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BYD mencatatkan penjualan global sebanyak 2,6 juta unit, dengan total penjualan kendaraan energi baru secara kumulatif mencapai 17,8 juta unit.

BYD M6 DM Jadi Unit ke-100.000 Produksi Lokal

Peresmian pabrik juga ditandai dengan proses roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Luhut Binsar Pandjaitan turut membubuhkan tanda tangan secara simbolis pada kap BYD M6 DM.

Produksi lokal BYD dimulai melalui BYD M6 DM dan BYD M6 EV. Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi awal bagi produksi lebih banyak kendaraan energi baru berlabel Made in Indonesia.

Baca Juga: Daftar Harga Mazda CX-5, CX-30 dan Mazda 6e Fastback di Jawa Timur 2026

Berdiri di Lahan 126 Hektare dengan Kapasitas 150.000 Unit

Pabrik BYD Indonesia di Subang berdiri di atas lahan seluas sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.

Fasilitas tersebut dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan dan dirancang dengan tingkat otomatisasi tinggi serta sistem produksi cerdas yang terintegrasi.

Proses manufaktur kendaraan di fasilitas ini mencakup tiga tahap utama, yaitu Welding, Painting, dan Final Assembly. Teknologi otomatisasi, robotik, digitalisasi, serta sistem pengendalian kualitas diterapkan untuk mendukung proses produksi.

Target Serap Lebih dari 20.000 Tenaga Kerja Lokal

Kehadiran pabrik BYD di Subang juga diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan industri dan penyerapan tenaga kerja. Saat ini, BYD telah melibatkan lebih dari 200 mitra dalam rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 tenaga kerja saat pabrik mencapai kapasitas produksi penuh.

BYD juga menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN mencapai 60 persen pada Januari 2027. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan industri kendaraan energi baru, termasuk melalui kebijakan yang dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Baca Juga: Tembus 1.100 Unit per Bulan, Penjualan Hyundai Stargazer Cartenz Catat Rekor Tertinggi

BYD Perkuat Ekosistem Kendaraan Energi Baru Indonesia

Pertumbuhan pasar kendaraan energi baru menjadi salah satu alasan BYD memperkuat investasi manufaktur di Indonesia. Pangsa kendaraan energi baru di Indonesia meningkat dari sekitar 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026.

BYD sendiri mulai memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024. Pada periode Januari hingga Juli 2026, BYD Indonesia mencatatkan penjualan 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.

Hingga saat ini, BYD telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia dan memperluas jaringan penjualan serta layanannya di lebih dari 100 lokasi.

Dengan hadirnya fasilitas manufaktur di Subang, BYD kini memasuki tahap baru di Indonesia. Selain memperkuat kapasitas produksi kendaraan, pabrik tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan industri lokal, mengembangkan tenaga kerja, serta membuka peluang bagi kendaraan Made in Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


Berita Terkait


News Update