Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi pada, 3 September 2026: Kapasitas Produksi Capai 150.000 Mobil per Tahun

Jumat 04 Sep 2026, 14:50 WIB
BYD resmi membuka pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat pada, 3 September 2026. (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)
BYD resmi membuka pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat pada, 3 September 2026. (Sumber: Poskota/Aldi Harlanda Irawan)

Pabrik BYD Indonesia di Subang berdiri di atas lahan seluas sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.

Fasilitas tersebut dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan dan dirancang dengan tingkat otomatisasi tinggi serta sistem produksi cerdas yang terintegrasi.

Proses manufaktur kendaraan di fasilitas ini mencakup tiga tahap utama, yaitu Welding, Painting, dan Final Assembly. Teknologi otomatisasi, robotik, digitalisasi, serta sistem pengendalian kualitas diterapkan untuk mendukung proses produksi.

Target Serap Lebih dari 20.000 Tenaga Kerja Lokal

Kehadiran pabrik BYD di Subang juga diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan industri dan penyerapan tenaga kerja. Saat ini, BYD telah melibatkan lebih dari 200 mitra dalam rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 tenaga kerja saat pabrik mencapai kapasitas produksi penuh.

BYD juga menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN mencapai 60 persen pada Januari 2027. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan industri kendaraan energi baru, termasuk melalui kebijakan yang dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Baca Juga: Tembus 1.100 Unit per Bulan, Penjualan Hyundai Stargazer Cartenz Catat Rekor Tertinggi

BYD Perkuat Ekosistem Kendaraan Energi Baru Indonesia

Pertumbuhan pasar kendaraan energi baru menjadi salah satu alasan BYD memperkuat investasi manufaktur di Indonesia. Pangsa kendaraan energi baru di Indonesia meningkat dari sekitar 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026.

BYD sendiri mulai memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024. Pada periode Januari hingga Juli 2026, BYD Indonesia mencatatkan penjualan 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.

Hingga saat ini, BYD telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia dan memperluas jaringan penjualan serta layanannya di lebih dari 100 lokasi.

Dengan hadirnya fasilitas manufaktur di Subang, BYD kini memasuki tahap baru di Indonesia. Selain memperkuat kapasitas produksi kendaraan, pabrik tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan industri lokal, mengembangkan tenaga kerja, serta membuka peluang bagi kendaraan Made in Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


Berita Terkait


News Update