DPRD-Pemkot Bogor Tebus 988 Ijazah Siswa Kurang Mampu

Kamis 03 Sep 2026, 15:45 WIB
Penyerahan ijazah kepada lulusan sekolah menengah atas se-Kota Bogor di Ruang Serbaguna Pemkot Bogor, Senin, 31 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Penyerahan ijazah kepada lulusan sekolah menengah atas se-Kota Bogor di Ruang Serbaguna Pemkot Bogor, Senin, 31 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Program tebus ijazah kembali digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD Kota Bogor pada APBD Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 988 lembar ijazah diserahkan langsung kepada para alumni SMA, SMK, dan MA swasta se-Kota Bogor di Ruang Serbaguna, Senin, 31 Agustus 2026.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengatakan, bantuan pelunasan biaya pendidikan ini murni merupakan buah perjuangan panjang antara pihak legislatif dan eksekutif yang telah dirintis dan dianggarkan sejak periode APBD 2020-2021.

"Ini program perjuangan panjang DPRD dan Pemkot Bogor. Kami banyak menerima aspirasi warga yang terkendala biaya untuk mengambil dokumen kelulusannya. Kami berharap ijazah ini bisa dijadikan modal untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Adityawarman dalam keterangannya.

Program bantuan sosial ini dieksekusi berdasarkan Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 50 Tahun 2023 tentang Bantuan Pelunasan Biaya Pendidikan bagi Siswa Miskin. Pada alokasi 2026, penerima manfaat mencakup 988 lulusan yang tersebar di 59 sekolah swasta, dengan rincian 927 siswa SMK, 53 siswa SMA, dan 8 siswa Madrasah Aliyah.

Baca Juga: Monitoring Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Lapis Tipis di Kabupaten Bogor oleh UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, terbatasnya daya tampung sekolah negeri memaksa sebagian besar lulusan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta yang membutuhkan biaya operasional mandiri. Daya tampung SMA/SMK negeri di Kota Bogor saat ini belum sebanding dengan lulusan SMP yang mencapai belasan ribu anak per tahun.

"Jadikan momentum penebusan ijazah ini sebagai pemantik semangat. Bekerjalah segiat mungkin, buktikan kalian mampu mensejahterakan, dan jangan berhenti belajar. Cari peluang untuk lanjut ke D3, D4, S1, S2, hingga S3," ujarnya.

Melalui penyerahan dokumen resmi kelulusan ini, Dedie berpesan kepada seluruh alumni penerima manfaat agar tidak patah semangat dan memanfaatkan ijazah tersebut secara maksimal untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.


Berita Terkait


News Update