Buntut kasus keracunan yang terjadi di belasan sekolah di Sidoarjo, Jawa Timur, SPPG Kalitengah kini disuspend atau ditutup sementara.
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) regional Jawa Timur memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional dapur SPPG yang terletak di Jalan Raya Tanggulangin Nomor 5, Kedunganten, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo itu.
Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah santri dan siswa dari berbagai sekolah mengalami keracunan karena makanan yang didistribusikan dapur tersebut.
Untuk saat ini, SPPG berhenti operasional, dan surat suspend sementara sudah turun,” kata Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo.
Teguh mengungkapkan bahwa setiap harinya, SPPG Kalitengah bertanggung jawab memasok sebayak 2.800 porsi MBG ke berbagai sekolah dan pesantren.
Baca Juga: Diduga Sampah Sisa MBG Dibuang ke Sungai, Warga Minta Pelaku Ditindak Tegas
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 porsi makanan didistribusikan untuk para santri yang ada di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo.
“Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah,” ujarnya.
Teguh menyebut bahwa Dinas Kesehatan Sidoarjo telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal MBG di Sidoarjo.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap operasional SPPG Kalitengah.
“Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk mengetahui uji hasil lab,” tuturnya.
Kronologi Dugaan Keracunan Santri Ponpes Sidoarjo
Awal mula dugaan santri keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur ini terjadi usai para santri menyantap makanan bergizi gratis pada saat makan siang.
