LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Puncak musim panen durian lokal di kawasan permukiman masyarakat adat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, membawa berkah ekonomi berlimpah.
Tingginya antusiasme wisatawan yang memadati kawasan Pegunungan Kendeng ini membuat sejumlah petani dan pedagang durian Baduy mampu meraup omzet hingga Rp10 juta per hari. Lonjakan kunjungan wisatawan, terutama pada akhir pekan terbukti memutar roda ekonomi warga lokal secara langsung.
Rumah-rumah panggung milik warga Baduy Luar yang berada di sepanjang jalur wisata kini mendadak beralih fungsi menjadi lapak buah. Ratusan durian dan manggis hasil kebun dipajang untuk menyambut pemburu kuliner lokal.
Salah seorang warga Baduy Luar, Ayah Saiman (48), mengungkapkan bahwa tingginya permintaan pasar membuat stok durian matang kerap habis diserbu pengunjung.
Baca Juga: Jaro Adat Baduy Minta Serum Anti Bisa Ular, Gubernur Setuju
"Yang penting ada barangnya saja. Sudah tiga hari ini ramai terus. Omzet bisa sampai Rp10 juta per hari," ujar Saiman saat ditemui Pos Kota, Senin, 31 Agustus 2026.
Saiman menambahkan, pasokan durian yang dijual pedagang berasal dari kebun pribadi, keluarga, hingga pasokan petani lain di Baduy Luar.
Ia memprediksi musim panen di area Baduy Luar masih akan berlangsung hingga dua pekan ke depan, sebelum nantinya disusul oleh panen raya dari area Baduy Dalam.
Baca Juga: Ribuan Masyarakat Lebak Sambut Seba Baduy ke Pendopo Bupati
Daftar Harga Durian dan Manggis di Baduy
Penjualan langsung ke wisatawan memberikan nilai ekonomi jauh lebih tinggi bagi warga ketimbang melempar hasil panen ke tengkulak atau pengepul. Berikut patokan harga buah di kawasan Baduy saat ini:
- Durian Ukuran Kecil/Sedang: Rp100.000 (dapat 3 buah)
- Durian Ukuran Sedang/Bagus: Rp50.000 per buah
- Durian Ukuran Besar/Kualitas Super: Rp150.000 (dapat 2 buah)
- Manggis Lokal (Eceran): Rp10.000 per kg
Wisatawan Terjebak Macet 3 Jam dan Keluhkan Fasilitas Parkir
Kendati menawarkan sensasi makan durian langsung di permukiman adat, membludaknya pengunjung menyisakan persoalan klasik, yaitu kemacetan parah dan keterbatasan lahan parkir di jalur menuju Baduy.
