Membersihkan perabot menggunakan kain secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan tersebut.
Sebaiknya gunakan kain yang mampu menangkap debu, bukan sekadar memindahkannya dari satu permukaan ke permukaan lain.
Pembersihan dapat dimulai dari bagian atas menuju ke bawah. Cara tersebut membantu mencegah debu yang jatuh dari permukaan lebih tinggi kembali mengotori bagian yang sudah dibersihkan.
Jangan lupa membersihkan bagian belakang dan sela-sela perabot. Area tersebut sering tidak terlihat sehingga luput dari rutinitas pembersihan.
Baca Juga: Ahmad Doli Minta Golkar Dairi Dampingi 2 Bocah Korban Penganiayaan, Luka Psikologis jadi Perhatian
4. Perhatikan Pintu, Jendela, dan Ventilasi
Saat cuaca panas, membuka pintu dan jendela memang dapat membantu sirkulasi udara.
Namun, jika rumah berada di lingkungan yang banyak debu, udara dari luar juga dapat membawa partikel masuk ke dalam.
Karena itu, pintu dan jendela perlu diperhatikan selama musim kemarau. Bersihkan kusen, kaca, tirai dan bagian sekitar jendela secara berkala.
Ventilasi juga perlu dibersihkan karena debu dapat menempel pada permukaannya.
Apabila menggunakan kasa atau jaring pada jendela, pastikan bagian tersebut tidak dipenuhi debu agar sirkulasi udara tetap berjalan dengan baik.
Pada waktu tertentu ketika kondisi luar rumah sangat berdebu, penghuni dapat mempertimbangkan untuk membatasi bukaan yang mengarah langsung ke sumber debu.
5. Gunakan Vacuum Cleaner atau Air Purifier
Peralatan modern dapat membantu mengurangi debu di dalam rumah. Vacuum cleaner dapat digunakan untuk membersihkan lantai, karpet, sofa dan area lain yang sulit dibersihkan dengan sapu biasa.
