Lantai menjadi salah satu bagian rumah yang paling mudah mengumpulkan debu. Saat musim kemarau, partikel tanah dan debu dari luar dapat terbawa masuk melalui alas kaki, pakaian maupun aliran udara.
Membersihkan lantai secara rutin menjadi langkah dasar yang tidak boleh dilewatkan.
Namun, penggunaan sapu terkadang justru membuat sebagian debu beterbangan apabila dilakukan terlalu cepat atau dengan gerakan yang terlalu kuat.
Sebagai alternatif, lantai dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner untuk mengangkat debu dan kotoran.
Setelah itu, lantai dapat dipel menggunakan kain atau alat pel yang sesuai.
Perhatikan pula area yang sering terlewat, seperti bagian bawah sofa, bawah meja, belakang pintu dan sudut ruangan. Tempat-tempat tersebut kerap menjadi lokasi debu berkumpul.
2. Kurangi Barang yang Terlalu Banyak di Ruangan
Semakin banyak barang yang berada di dalam rumah, semakin banyak pula permukaan yang berpotensi menjadi tempat menempelnya debu.
Barang dekorasi seperti pajangan, patung, bingkai foto, action figure dan berbagai pernak-pernik lainnya memiliki banyak bagian kecil yang sulit dibersihkan.
Jika jumlahnya terlalu banyak, proses membersihkan rumah pun menjadi lebih lama.
Karena itu, lakukan penataan secara berkala. Barang yang jarang digunakan dapat disimpan di dalam lemari atau kotak tertutup.
Selain membuat ruangan terlihat lebih rapi, langkah ini juga dapat mengurangi permukaan terbuka yang menjadi tempat debu menumpuk.
3. Bersihkan Perabot dengan Kain yang Tepat
Debu tidak hanya berada di lantai. Meja, kursi, lemari, rak, televisi dan berbagai perabot lainnya juga dapat menjadi tempat menempelnya partikel debu.
