LOMBOK, POSKOTA.CO.ID - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman tradisional Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam.
Api yang muncul dari bagian tengah kampung dengan cepat merambat ke bangunan lain hingga menghanguskan sekitar 250 rumah adat milik warga.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan rumah, harta benda, serta sejumlah hasil kerajinan tenun warga ikut terbakar.
Baca Juga: Link Cek Desil 1-10 untuk Menentukan Nasib Bansos dan Pertalite, Cek Posisi Kamu di Sini
Api Cepat Merambat di Permukiman Adat Sade
Kobaran api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 20.00 WITA. Dalam waktu kurang lebih dua jam, api menyebar ke sejumlah bagian kawasan permukiman.
Kondisi bangunan menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar. Rumah adat Sasak di Desa Sade umumnya menggunakan material alami seperti bambu, kayu, bedek, serta atap berbahan ilalang yang mudah terbakar.
Situasi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah. Petugas harus bekerja cepat untuk mencegah api menjalar lebih luas, sementara warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.
Damkar Gabungan Kerahkan Belasan Armada
Upaya pemadaman melibatkan tim pemadam kebakaran dan penyelamatan dari sejumlah wilayah. Petugas gabungan dari Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Kota Mataram dikerahkan bersama aparat serta masyarakat setempat.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah menyebut api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di sekitar lokasi.
“Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.00 WITA,” demikian keterangan yang dikutip dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Ulama Nahdliyyin Serukan Penolakan Politik Uang
Dampak Kebakaran
Beberapa dampak utama dari kebakaran di Desa Adat Sade antara lain:
Sekitar 250 rumah adat terbakar
Bangunan tradisional yang menjadi bagian dari permukiman warga dilaporkan ludes dilalap api.
Harta benda warga ikut terbakar
Besarnya kobaran api membuat warga tidak dapat menyelamatkan seluruh barang dari dalam rumah.
Kerajinan tenun mengalami kerugian
Sejumlah hasil kerajinan tenun yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat turut hangus.
Tidak ada korban jiwa
Meski kerusakan material cukup besar, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Setelah kobaran utama berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul dari puing-puing bangunan.
Kebakaran ini tidak hanya meninggalkan kerugian bagi warga, tetapi juga menjadi pukulan bagi kawasan Desa Adat Sade yang dikenal sebagai salah satu permukiman tradisional Sasak di Lombok.
Penanganan pascakebakaran menjadi tahap penting berikutnya, terutama untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus mendata kerugian akibat musibah tersebut.
