Bus Listrik Bojonggede-Sentul Bakal Tembus Puncak? Ini Rute dan Rencana Pemkab Bogor

Minggu 23 Agu 2026, 19:26 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan langkah lanjutan setelah melakukan uji coba operasional bus listrik pada koridor Bojonggede-Sentul. (Sumber: X/@maul_malikk)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan langkah lanjutan setelah melakukan uji coba operasional bus listrik pada koridor Bojonggede-Sentul. (Sumber: X/@maul_malikk)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan langkah lanjutan setelah melakukan uji coba operasional bus listrik pada koridor Bojonggede-Sentul.

Rencana perluasan layanan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor dalam memperkuat sistem transportasi publik sekaligus meningkatkan konektivitas antarkawasan

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan pengembangan bus listrik nantinya tidak hanya berorientasi pada layanan transportasi reguler.

Pemerintah daerah juga ingin menyediakan armada yang dapat mendukung sektor pariwisata, terutama untuk melayani perjalanan menuju kawasan wisata di Kabupaten Bogor.

"Kami meminta ada beberapa unit yang dikhususkan untuk armada pariwisata," ujar Rudy dikutip dari keterangan resminya, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Lantas, apakah bus listrik Bojonggede-Sentul benar-benar akan diperpanjang hingga Puncak?

Rute mana saja yang disiapkan Pemkab Bogor dan bagaimana skema pengoperasiannya? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Aisyah Thisia Halijam Umur Berapa? Viral Istri Gubernur Kalteng usai Ucapan Ultah di Tengah Karhutla

Daftar Rute Baru Bus Listrik Bojonggede-Sentul

Pemkab Bogor bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dan Dishub Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan sejumlah trayek yang dinilai strategis.

Beberapa rute yang masuk dalam rancangan tersebut Pemkab Bogor antara lain, sebagai berikut.

  • Cibinong-Kebun Raya Bogor
  • Cibinong-Stadion Pakansari-Margo City Depok
  • Stadion Pakansari-kawasan Puncak hingga perbatasan Kabupaten Cianjur
  • Bojonggede-Exit Tol Citeureup

Meski sejumlah rute baru telah disiapkan, Pemkab Bogor belum langsung menetapkan seluruh koridor tersebut sebagai layanan permanen.

Saat ini, pemerintah daerah masih fokus melakukan evaluasi terhadap hasil uji coba bus listrik pada koridor Bojonggede-Sentul.

Pemkab Bogor Tak Ingin Angkot Tergusur

Pengembangan bus listrik sendiri tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan keberadaan angkutan umum konvensional.

Pemkab Bogor juga menyadari angkot telah menjadi bagian dari sistem transportasi masyarakat selama bertahun-tahun.

Karena itu, Rudy meminta, agar rencana pengembangan koridor bus listrik terlebih dahulu dikomunikasikan dengan para pengusaha angkutan umum yang telah beroperasi.

"Kami meminta segera dikomunikasikan terlebih dahulu dengan beberapa pengusaha angkutan yang ada. Kami ingin ekonomi tetap bergerak dan terobosan baru tidak mengganggu dunia usaha yang sudah ada lebih awal," kata Rudy.

Koordinasi dengan pengusaha angkot menjadi penting agar nantinya terdapat pembagian fungsi antarmoda.

Dengan skema yang tepat, bus listrik dan angkot diharapkan dapat saling melengkapi dalam melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Haji Isam Pengusaha Apa? Namanya Disebut Ditunjuk Prabowo Tangani Karhutla, Ini Fakta Terbarunya

Pemkab Siapkan Kerja Sama dengan Swasta

Persoalan pembiayaan juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam rencana pengembangan bus listrik.

Pemkab Bogor tidak ingin seluruh kebutuhan pengadaan dan operasional armada bergantung pada APBD.

Karenanya, pemerintah daerah menyiapkan opsi kerja sama dengan pihak swasta.

Melalui skema tersebut, kebutuhan investasi dan operasional dapat dibagi antara pemerintah daerah dan mitra yang terlibat.

Pemerintah daerah dapat berperan dalam menyediakan sejumlah kebutuhan dasar, seperti lahan parkir dan stasiun pengisian daya atau charging station.

Sementara itu, kebutuhan lainnya dapat dikolaborasikan bersama pihak swasta.

"Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger juga kami persiapkan, lalu SDM kami kolaborasikan dengan SDM yang ada di Kabupaten Bogor, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar," jelas Rudy.


Berita Terkait


News Update