Ricky Roesli Anak Siapa? Ini Sosok Istri, Agama, dan Perannya di Balik Bisnis SPBU Shell

Kamis 20 Agu 2026, 15:54 WIB
Ricky Roesli, pendiri sekaligus Direktur Utama Sefas Group yang perusahaannya terlibat dalam perusahaan patungan pengambilalihan bisnis SPBU Shell Indonesia. (Sumber: Sefas Group)
Ricky Roesli, pendiri sekaligus Direktur Utama Sefas Group yang perusahaannya terlibat dalam perusahaan patungan pengambilalihan bisnis SPBU Shell Indonesia. (Sumber: Sefas Group)

POSKOTA.CO.ID - Nama Ricky Roesli kembali ramai diperbincangkan setelah Sefas Group terlibat dalam pengambilalihan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia. Perhatian publik kemudian bergeser ke profil Ricky Roesli, mulai dari pendidikan, perjalanan karier, hingga pertanyaan tentang keluarga dan kehidupan pribadinya.

Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan sejak awal. Ricky Roesli bukan membeli bisnis SPBU Shell secara pribadi. Sefas Group yang didirikannya bersama Herman Soegeng menjadi bagian dari perusahaan patungan bersama Citadel Pacific Limited untuk mengambil alih bisnis hilir Shell di Indonesia.

Citadel Pacific menjadi pemegang saham mayoritas, sedangkan Sefas berada sebagai pemegang saham minoritas.

Baca Juga: Kronologi Pelecehan Seksual Melibatkan Artis EJR dan Penyanyi NB, Berawal dari Unggahan Threads

Sefas Terlibat dalam Pengambilalihan Bisnis Shell

Melansir dari situs Shell, Shell mengumumkan kesepakatan pengalihan bisnis SPBU Indonesia pada 23 Mei 2025. Transaksi tersebut mencakup jaringan SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi bahan bakar, serta terminal bahan bakar di Gresik.

Ketika transaksi diumumkan, Shell memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia, dengan lebih dari 160 lokasi dimiliki perusahaan.

Meski demikian, kesepakatan tersebut bukan berarti merek Shell langsung menghilang dari Indonesia. Shell menyatakan mereknya tetap digunakan melalui perjanjian lisensi setelah proses pengalihan selesai. Produk bahan bakar juga tetap dipasok melalui Shell.

“Kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa,” kata Shell saat menjelaskan kelanjutan bisnis tersebut.

Hingga Februari 2026, proses transaksi masih berada dalam tahap penyelesaian dan menunggu sejumlah persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Target penyelesaiannya tetap diarahkan pada 2026.

Ricky Roesli dan Perjalanan Sefas Sejak 1997

Keterlibatan Sefas dalam transaksi ini sebenarnya bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Perusahaan tersebut sudah memiliki hubungan panjang dengan Shell sejak akhir 1990-an.

Berdasarkan profil resmi perusahaan, Ricky Roesli dan Herman Soegeng mendirikan Sefas pada Oktober 1997. Bisnisnya bermula melalui PT Sefas Pelindotama di Kalimantan Timur sebelum berkembang ke berbagai wilayah Indonesia.

Sefas kemudian memperluas kegiatan usaha ke sejumlah bidang, mulai dari distribusi pelumas industri dan sektor maritim hingga cairan pendingin kendaraan, bahan bakar komersial, dan energi terbarukan.

Hubungan dengan Shell bahkan telah dimulai sejak awal perjalanan Sefas. Perusahaan tercatat menjadi distributor Shell Lubricants pada 1997 dan kemudian berkembang menjadi salah satu distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Saat ini, jaringan bisnis Sefas telah berkembang dengan lebih dari 20 kantor dan gudang di berbagai wilayah.

Profil Pendidikan Ricky Roesli

Profil resmi Sefas menyebut Ricky Roesli sebagai warga negara Indonesia sekaligus pendiri dan Direktur Utama Sefas Group.

Riwayat pendidikannya ditempuh di Amerika Serikat. Ricky memperoleh gelar Bachelor of Science in Business Administration dari California State University, Fresno pada 1993.

Dua tahun kemudian, ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari City University, Seattle pada 1995.

Pengalaman hampir tiga dekade di dunia usaha inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Ricky bersama Sefas hingga perusahaan tersebut masuk ke sektor energi yang lebih luas.

Ricky Roesli Anak Siapa, Istri dan Agamanya?

Pertanyaan mengenai Ricky Roesli anak siapa memang ikut muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap profilnya. Namun, sampai 20 Agustus 2026, belum ditemukan keterangan resmi dari Sefas atau sumber pemberitaan kredibel yang menjelaskan identitas ayah dan ibunya.

Karena itu, hubungan keluarga tidak sebaiknya disimpulkan hanya berdasarkan kemiripan nama.

Hal yang sama berlaku untuk pertanyaan mengenai istri Ricky Roesli dan agama Ricky Roesli. Profil resmi Sefas tidak mencantumkan informasi tersebut, sehingga belum ada dasar yang cukup untuk menyatakannya sebagai fakta.

Nama Kezia Roesli juga tercantum dalam jajaran manajemen Sefas sebagai Direktur. Ia memiliki pengalaman di Monitor Deloitte dan Square atau Block, Inc., serta gelar MBA dari New York University Stern School of Business.

Namun, profil perusahaan tidak menjelaskan hubungan keluarga antara Kezia dan Ricky. Kesamaan nama belakang saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa keduanya memiliki hubungan orang tua dan anak.

Baca Juga: Kenapa Hujan Turun di Jakarta saat Musim Kemarau? Ternyata Ini Penjelasannya

Fakta yang Bisa Diverifikasi tentang Ricky Roesli

  • Ricky Roesli merupakan pendiri dan Direktur Utama Sefas Group.
  • Ia mendirikan Sefas bersama Herman Soegeng pada 1997.
  • Ricky memiliki pengalaman bisnis di industri energi dan distribusi sejak akhir 1990-an.
  • Ia meraih gelar sarjana bisnis dari California State University, Fresno.
  • Ia kemudian memperoleh gelar MBA dari City University, Seattle.
  • Sefas menjadi bagian dari perusahaan patungan bersama Citadel Pacific dalam pengambilalihan bisnis SPBU Shell Indonesia.
  • Citadel Pacific merupakan pemegang saham mayoritas dalam perusahaan patungan tersebut.

Informasi mengenai orang tua, istri, dan agama Ricky belum dapat diverifikasi dari sumber resmi yang tersedia.

Pada akhirnya, meningkatnya perhatian terhadap Ricky Roesli tidak bisa dilepaskan dari langkah besar Sefas di bisnis energi Indonesia. Akan tetapi, statusnya lebih tepat disebut sebagai tokoh di balik Sefas Group yang menjadi salah satu pihak dalam perusahaan patungan pengambilalihan bisnis SPBU Shell, bukan sebagai pembeli pribadi seluruh jaringan SPBU Shell.

Dengan rekam jejak Sefas sejak 1997, keterlibatan tersebut menjadi kelanjutan dari hubungan bisnis yang telah terjalin cukup lama dengan Shell, sekaligus menandai semakin luasnya kiprah perusahaan Ricky Roesli di sektor energi Indonesia.


Berita Terkait


News Update