JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kontribusi BUMD yang terdiri dari Bank Jakarta, PAM Jaya, Pembangunan Jaya, Transjakarta, Pasar Jaya, Jakarta Propertindo, dan sejumlah BUMD lainnya tersebut menjadi bagian dari bantuan kemanusiaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang secara simbolis dilepas dari halaman Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, hingga Baznas Bazis DKI Jakarta.
Menurut Marulitua, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk membantu masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.
Baca Juga: Atasi Trauma Pascabencana NTT, BNI Dirikan Posko Kesehatan dan Pendampingan Psikososial
“Pada hari ini kami melaksanakan pelepasan bantuan logistik bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini merupakan hasil dukungan dan kolaborasi seluruh pihak dalam menyiapkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Marulitua di Balaikota Jakarta.
Salah sebuah kontribusi datang dari BUMD dan OPD Pemprov DKI Jakarta yang memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1,11 miliar. Dana tersebut menjadi bagian dari total bantuan yang disiapkan untuk membantu penanganan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Selain bantuan tunai, BUMD juga menyumbangkan bantuan berupa 202 unit toren air. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di lokasi terdampak bencana.
Tidak hanya itu, bantuan pengiriman mobile water treatment plant (WTP) senilai Rp2,5 miliar juga disiapkan untuk mendukung penyediaan air bersih di wilayah terdampak.
Baca Juga: Daftar Destinasi Wisata NTT yang Ditutup usai Gempa M 7,7, Catat Selengkapnya
“Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pangan dan nonpangan, tetapi juga bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar yang merupakan sumbangan dari BUMD dan OPD Provinsi DKI Jakarta,” kata Marulitua.
Secara keseluruhan, bantuan Pemprov DKI Jakarta juga mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan darurat. BPBD DKI Jakarta menyalurkan makanan siap saji, biskuit, dan air mineral, serta berbagai kebutuhan nonpangan seperti kasur lipat, bantal, selimut, family kit, pakaian anak, terpal, dan karung.
Dinas Sosial DKI Jakarta turut menyiapkan air mineral, paket makanan anak, serta terpal atau tenda gulung. Sementara Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengirimkan sejumlah kebutuhan medis, antara lain cairan infus dan antiseptik.
Baznas Bazis DKI Jakarta juga berpartisipasi dengan menyalurkan berbagai bahan pangan, seperti sarden, kornet, biskuit bayi, bubur bayi, bubur instan, mi instan, hingga rendang.
Marulitua menuturkan, seluruh bantuan tersebut akan diberangkatkan melalui jalur udara dan laut agar proses distribusi ke NTT dapat berjalan efektif dan terintegrasi dengan sistem penanganan bencana nasional.
“Seluruh kendaraan pengangkut bantuan bergerak menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Distribusi dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur udara dari Bandara Halim Perdanakusuma dan jalur laut melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut di wilayah Komando Armada I, Jakarta Utara,” ungkapnya.
Baca Juga: TelkomGroup Optimalkan Konektivitas Satelit Telkomsat di 17 Titik Terdampak Gempa NTT
Ia menambahkan, mekanisme pengiriman tersebut telah disiapkan agar penyaluran bantuan dapat terkoordinasi dengan sistem distribusi dan penanganan bencana yang dikendalikan secara nasional oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Hal ini dilakukan agar distribusi bantuan menjadi terintegrasi dengan sistem distribusi dan penanganan bencana yang telah dikoordinasikan secara nasional,” tutur Marulitua.
Total nilai bantuan yang diberangkatkan Pemprov DKI Jakarta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di NTT mencapai Rp5.853.728.500.
Melalui kolaborasi antara OPD, BUMD, Baznas Bazis, dan berbagai unsur lainnya, Pemprov DKI Jakarta berharap bantuan tersebut dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan serta membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat bencana.
