Dituduh Lakukan Pelecehan di Transjakarta, Pria Ini Buka Suara: Kondisi Bus Padat

Rabu 07 Okt 2026, 16:45 WIB
Seorang pria yang dituduh melakukan pelecehan seksual buka suara di Threads pada Selasa, 6 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Threads/@p**************g)
Seorang pria yang dituduh melakukan pelecehan seksual buka suara di Threads pada Selasa, 6 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Threads/@p**************g)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Media sosial kembali dihebohkan dengan pengakuan seorang pria yang dituduh melakukan pelecehan seksual saat menaiki armada bus Transjakarta.

Merasa dirugikan, pria tersebut memilih buka suara. Melalui akun Threads @p**************g pada Selasa, 6 Oktober 2026, ia pun membeberkan kronologi dari sudut pandangnya.

Melalui pernyataan resminya, ia membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan tidak pernah berniat apalagi melakukan aksi tak senonoh terhadap penumpang wanita di dekatnya.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Kondisi Bus Sangat Padat

Berdasarkan narasi yang dibagikan akun @p**************g, insiden tersebut bermula saat ia hendak pulang kerja sekitar pukul 18.30 WIB. Ia awalnya menaiki bus Transjakarta kode T11, lalu turun di Halte Kebon Jeruk untuk transit dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus rute S61.

Saat bus S61 tiba, kondisi di dalam armada rupanya tidak kalah padat. Meski berdesakan, pria tersebut tetap memutuskan naik ke dalam bus dan berdiri di antara dua penumpang wanita. Saat itu, kedua tangannya dalam kondisi penuh, satu memegang hanger dan tangan lainnya memegang kotak makanan, sementara ransel di punggung belakangnya juga penuh.

Baca Juga: KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual, 17 Kasus Diproses Polisi

“Posisi penuh, sumpek, dan padat, hanya area wanita yang terlibat lebih lengang. Saya membawa ransel yang berisikan laptop dan minum di bagian punggung. Tangan saya penuh karena memegang hanger dan kotak makanan,” tulisnya dalam utas yang diunggah di Threads, dikutip Poskota pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Situasi makin sempit ketika penumpang wanita di sebelah kanannya mengambil tas dari bawah untuk menutupi bagian belakang tubuhnya. Namun, tanpa ada teguran atau komunikasi di dalam bus, konflik mendadak terjadi saat bus tiba di halte tujuan akhir.

Ditahan Petugas dan Diminta Membuat Video Permintaan Maaf

Setibanya di pemberhentian terakhir, petugas layanan Transjakarta mengumumkan agar penumpang laki-laki tidak turun terlebih dahulu. Pria tersebut kemudian dibawa ke pos pengamanan bersama dengan penumpang wanita yang menuduhnya telah menggesekkan bagian tubuh.

“Saya tidak terpikirkan sama sekali saya dipanggil karena dituduh pelecehan seksual, padahal saya tidak pernah ada niatan seperti itu. Ibu itu dan saya dibawa ke pos, dia menuduh saya menggesek bagian belakang tubuhnya. Padahal posisi tas saya ada di belakang, tidak masuk akal,” ujarnya.

Pria itu makin dibuat heran oleh sikap wanita tersebut. Selain tidak berani menatap matanya saat melontarkan tuduhan di pos pengamanan, wanita itu juga mendadak enggan memproses insiden ini lebih lanjut. Ia justru meminta nomor telepon pria tersebut agar dibuatkan video permohonan maaf sambil berdalih sang suami sudah datang menjemput.


Berita Terkait


News Update