USNI Perkuat Ekosistem Akademik, Sentra KI dan USNI Press Resmi Diluncurkan

Selasa 18 Agu 2026, 17:09 WIB
Rektor USNI, Sihar P. H. Sitorus (kiri) dan Wakil Rektor I dan III USNI sekaligus Kepala USNI Press, Dian Alanudin (kanan) saat peluncuran Sentra KI USNI dan USNI Press pada Selasa, 18 Agustus 2026. (Sumber: Istimewa)
Rektor USNI, Sihar P. H. Sitorus (kiri) dan Wakil Rektor I dan III USNI sekaligus Kepala USNI Press, Dian Alanudin (kanan) saat peluncuran Sentra KI USNI dan USNI Press pada Selasa, 18 Agustus 2026. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) memperkuat ekosistem akademik dengan meresmikan Sentra Kekayaan Intelektual (KI) USNI dan USNI Press. Kehadiran dua unit tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memberikan perlindungan terhadap karya dan inovasi sivitas akademika.

Peluncuran tersebut ditandai dengan penayangan video pembukaan dan logo USNI Press serta penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan HKI atas Logo USNI, Logo USNI Press, dan Logo Sentra KI kepada jajaran pimpinan USNI.

Rektor UNSI, Sihar P. H. Sitorus mengatakan bahwa pendidikan serta penerbitan penelitian sangatlah penting bagi akademisi.

Menurutnya, penting bagi kampus memiliki penerbitan karena bisa mempublikasikan karya-karya akademisi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: USNI Perkuat Literasi Digital Karang Taruna Cawang, Produk UMKM Lokal Makin Mudah Promosi

“Sangat penting, ketika akademisi punya ide bisa diwujudkan, kalo ide tidak bisa kita wujudkan itu namanya khayalan,” tuturnya kepada Pos Kota, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dorong Karya Akademik Tak Berhenti di Publikasi

Sihar mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil riset dan karya ilmiah tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga terlindungi secara hukum dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Menurutnya, kehadiran Sentra KI juga menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem akademik USNI yang berkualitas, berdaya saing, dan berdampak.

“Di era transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) saat ini, perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk melahirkan riset dan karya ilmiah, tetapi juga wajib memastikan bahwa karya tersebut memberikan dampak nyata, terlindungi secara hukum, serta terdistribusi secara luas kepada masyarakat,” ujar Sihar.

Baca Juga: Pramono Ajak Akademisi dan Pakar Dukung Konservasi Keanekaragaman Hayati di Jakarta

Ia pun mengajak dosen dan mahasiswa untuk terus menghasilkan karya serta melakukan inovasi dengan semangat “Ciptakan Karya. Lindungi Inovasi. Terbitkan Inspirasi.”


Berita Terkait


News Update