TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) sekaligus pengurus PMI Kabupaten Tangerang menilai, bahwa tuduhan penistaan agama terhadap Mantan Presiden Republik Indonesia Ke-10 dan 12, Jusuf Kalla saat berceramah di Masjid UGM Yogyakarta, perihal perdamaian dan konflik tidak mendasar dan telalu mengada-ada.
Dosen Fakultas FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaidi mengatakan, bahwa terkait polemik penafsiran pidato Jusuf Kalla (JK) yang disampaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu terlalu mengada-ada.
Menurut Memed, sebagai sesama anak bangsa yang mencintai kemanusiaan sebagai filsafat dasar Indonesia.
Rasanya sangat pantas kalau merasa terusik manakala seorang Jusuf Kalla sebagai Bapak Bangsa Indonesia diusik. Kata Memed, ketika itu Jusuf Kalla berbicara tentang bagaimana sulitnya mendamaikan kelompok-kelompok masyarakat yang bertikai, terlebih memakai jargon agama.
Baca Juga: Keponakan Jusuf Kalla Mantap Melenggang Jadi Calon Wali Kota Makassar
"Tentu tuduhan penistaan agama sangat tidak mendasar dan mengada-ada. Sebagai anak bangsa yang mewarisi nilai-nilai kemanusiaan, rasanya sangat pantas apabila kita membela beliau, karena beliau hanya menyampaikan betapa sulitnya mendamaikan kelompok-kelompok yang menggunakan jargon agama untuk berkonflik," kata Memed Chumaidi kepada awak media, Rabu, 15 April 2026
Memed menjelaskan, fakta sejarah berbicara bahwa tragedi Poso adalah perang antar umat beragama. Mereka siap mati syahid, terlepas itu ada atau tidak dalam terminologi agama lain. Tapi sejarah itu terlanjur menjadi catatan kelam bangsa Indonesia.
Tetapi, seorang Jusuf Kalla mantan Presiden Indonesia Ke-10 dan 12 ternyata mampu menyelesaikan itu dengan kepala dingin.
"Begitupun Aceh, dalam konteks yang berbeda dalam berbangsa. Persoalan disana dapat diselesaikan dengan sangat bijak oleh tokoh bangsa ini," tuturnya.
Baca Juga: Cegah Musibah Lebih Besar, Jusuf Kalla Minta Masjid Disterilkan Sebelum Salat Idul Adha dan Jumatan
Maka dari itu, rasanya sangat tidak pantas apabila seorang Jusuf Kalla dituduh tidak memahami nilai agama lain yang katanya tidak mengenal kata syahid.
