“Selama ini kekayaan intelektual di USNI masih didominasi Hak Cipta. Ke depan, kami mendorong pengembangan Merek, Paten, dan Paten Sederhana agar hasil penelitian dapat lebih optimal dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat,” ujar Teguh.
Dengan adanya layanan tersebut, sivitas akademika USNI diharapkan semakin terdorong untuk menghasilkan karya inovatif sekaligus memahami pentingnya memberikan perlindungan hukum terhadap karya yang dihasilkan.
Menutup rangkaian kegiatan, Dian Alanudin mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan peluncuran USNI Press dan Sentra KI sebagai momentum untuk memperkuat budaya menulis, meneliti, dan berinovasi di lingkungan kampus.
Peluncuran Sentra KI USNI dan USNI Press menegaskan langkah USNI dalam membangun ekosistem akademik yang tidak hanya mendorong produktivitas karya ilmiah, tetapi juga memperkuat perlindungan inovasi dan memperluas pemanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
“Jangan biarkan gagasan besar berlalu tanpa jejak. Terbitkan karya Anda, lindungi inovasinya, dan biarkan ia menginspirasi dunia,” ujarnya.
