Dari Jalanan ke Ruang Digital, Komunitas Punk di Tangsel Disiapkan jadi Influencer Lingkungan

Minggu 16 Agu 2026, 10:15 WIB
Komunitas punk mengikuti Workshop “School of Waste Influencers” di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Kota Tangsel, Banten, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Komunitas punk mengikuti Workshop “School of Waste Influencers” di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Kota Tangsel, Banten, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

“Menjadi pahlawan sampah tidak selalu harus mengenakan seragam atau berdiri di balik sebuah institusi, karena perubahan juga bisa dimulai dari komunitas punk,” ucapnya.

Sementara itu, Pembina Tasawuf Underground, Ustadz Halim Ambiya melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari proses panjang komunitas punk dalam menemukan ruang baru di tengah masyarakat. Tasawuf Underground menjadi ruang transformatif bagi komunitas punk untuk melakukan perbaikan diri tanpa harus kehilangan identitas subkultur yang mereka miliki.

“Workshop hari ini sangat berharga karena berhasil mengubah energi perlawanan anak-anak punk menjadi energi positif untuk perubahan sosial, menjadikan mereka agen perubahan yang membantu pemerintah kota dalam menangani masalah sampah melalui pendekatan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Perubahan tersebut, lanjut Halim, diperkuat melalui pengenalan aplikasi “Punk-Paign” yang dirancang untuk menggabungkan kampanye peduli sampah dengan toko daring sebagai wadah pemasaran karya kreatif komunitas. Dengan demikian, gerakan tersebut tidak berhenti pada kampanye lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi anggota komunitas.

“Ada harapan agar kreativitas para anggota komunitas dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan sekaligus membuka lapangan kerja baru,” kata dia.

Baca Juga: Ungkap Peredaran 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal di Tangerang, DPR RI Sebut Polres Tangsel Serius Lindungi Masyarakat

Kegiatan Workshop “School of Waste Influencers” merupakan bagian dari program “Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat” Tahun Pelaksanaan 2026 melalui kolaborasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) dan Universitas Pamulang (UNPAM). Program ini mengusung tajuk “Transformasi Stigma Negatif Komunitas Punk Menjadi ‘Pahlawan Edukasi Sampah Tangerang Selatan’ Berbasis Teknologi Digital dan Ekonomi Kreatif”.

Program tersebut mendapat pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pendanaan ini mendukung upaya pemberdayaan komunitas punk melalui edukasi lingkungan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.


Berita Terkait


News Update