POSKOTA.CO.ID - Beberapa golongan masyarakat ditargetkan tidak akan bisa lagi membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite (RON 90).
Rencana pemerintah membatasi pembelian Pertalite bagi masyarakat ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam pertemuan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Purbaya menyebut tengah dalam pembahasan untuk memperketat distribusi BBM bersubsidi jenis RON 90 atau Pertalite.
Purbaya mengungkapkan, tujuan dibuatnya kebijakan ini untuk memastikan penyaluran BBM subsidi betul-betul tepat sasaran untuk masyarakat yang memang membutuhkan.
Baca Juga: Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite, Simak Ketentuannya
Lebih lanjut, Purbaya juga menegaskan bahwa harga Pertalite tidak naik. Hanya saja, distribusinya dibatasi untuk golongan tertentu .
“Yang pertama diluruskan, harga nggak naik, ya. Cuma, waktu di DPR saya diperintahkan untuk memastikan subsidinya lebih tepat sasaran,” ujar Purbaya dalam keterangannya.
Daftar Golongan Masyarakat yang Tidak Bisa Lagi Membeli Pertalite
Purbaya mengungkapkan, sejauh ini ada dua golongan masyarakat yang tidak akan bisa lagi membeli BBM Pertalite, yaitu masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.
Jika mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial (Kemensos), kedua kelompok tersebut dikategorikan sebagai kelas menengah atas dan kelas atas.
Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pameran EDRR Indonesia 2026 Dibuka di JIExpo
Pemerintah akan mengarahkan kedua kelompok tersebut untuk berlatih dari BBM subsidi ke BBM non-subsidi, misalnya Pertamax.
"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya.
Kapan Pembatasan Pembelian Pertalite Diberlakukan?
Lebih lanjut, bendahara negara itu mengungkapkan kebijakan pembatasan distribusi BBM kelompok desil 9 dan 10 masih dalam pembahasan terkait sistem pelaksanaannya.
"Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan gitu," jelas Purbaya.
Baca Juga: Tim Sembilan Periksa 4 Saksi dan 2 Tersangka Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Terkait kapan pelaksanaan pembatasan itu, Purbaya masiah belum mendetailkan dengan pasti tanggal atau jadwal implementasinya di masyarakat. Namun, ia memastikan bahwa pelaksanaannya dilakukan secara bertahap untuk melihat perkembangannya.
“Kami akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa. Kalau, misalnya, desil 10 saya setop nggak boleh beli Pertalite, bagaimana dampaknya ke ekonomi. Jadi, kita akan bertahap,” tuturnya.
