Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP di sekolah tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026.
Pemeriksaan dilakukan setelah sebelumnya ditemukan ratusan senjata, narkotika, hingga sejumlah keping CD yang diduga bermuatan pornografi di lingkungan sekolah.
Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech mengatakan pemeriksaan dilakukan atas permintaan pihak yayasan untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang masih berada di lingkungan sekolah.
“Pada hari ini kami dari Polres Jaksel bersama Puslabfor dari Mabes Polri melakukan olah TKP berdasarkan permintaan dari pihak yayasan. Tentunya hal ini salah satu bentuk pelayanan dari pihak kepolisian untuk memastikan agar tidak adanya barang-barang yang diduga berbahaya yang ada di sekolah,” ujar Alpino.
Pemeriksaan melibatkan dua tim Puslabfor. Tim pertama bertugas mengambil sampel DNA, sedangkan tim lainnya memeriksa barang-barang yang berkaitan dengan senjata api, senjata angin, amunisi, maupun komponen senjata.
Polisi dan Puslabfor memeriksa tiga ruangan yang sebelumnya telah didatangi petugas piket Reskrim. Ketiga ruangan tersebut yakni ruang eks Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD, ruang sekretaris, serta ruang sarana dan prasarana yayasan.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sekitar 30 item yang berkaitan dengan senjata. Barang-barang tersebut di antaranya airsoft gun, amunisi, magasin, suku cadang, sasaran tembak, hingga gagang senjata.
Baca Juga: Rampok Bersenjata Api Satroni Rumah Warga Cikokol Tangerang, Nekat Beraksi Saat Siang
Alpino mengatakan sejumlah airsoft gun yang ditemukan berada dalam kondisi rusak dan tidak lengkap.
Selain memeriksa barang-barang tersebut, petugas juga mengambil sampel DNA dari tiga ruangan. Sampel itu digunakan untuk membantu proses identifikasi terhadap orang yang pernah berada atau melakukan kontak dengan lokasi tersebut.
“Sejumlah airsoft gun yang ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak lengkap, sementara sampel DNA juga kami ambil dari ketiga ruangan untuk membantu mengidentifikasi orang yang pernah berada atau melakukan kontak dengan lokasi tersebut,” jelas Alpino.
