Penembakan di Sekolah Debsirin Thailand Tewaskan Tujuh Orang, Polisi Selidiki Akses Senjata Pelaku

Sabtu 08 Agu 2026, 21:49 WIB
Penembakan di Nonthaburi (Sumber: Wikimedia Commons)
Penembakan di Nonthaburi (Sumber: Wikimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Suasana belajar di Sekolah Menengah Debsirin, Provinsi Nonthaburi, Thailand, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah suara tembakan terdengar di lingkungan sekolah. Insiden yang terjadi di kawasan dekat Bangkok itu menewaskan tujuh orang, termasuk pelaku yang diketahui masih berstatus sebagai siswa kelas 9.

Peristiwa tersebut langsung memicu respons cepat dari kepolisian, tim medis, dan petugas penyelamat yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta mengamankan area sekolah. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap kronologi dan motif di balik tragedi tersebut.

Baca Juga: Dendam Digugat Cerai, Suami di Serang Gorok Istri TKW

Korban Tewas Terdiri dari Guru, Siswa, dan Pelaku

Berdasarkan keterangan resmi otoritas setempat, korban meninggal dunia terdiri atas tiga guru, tiga siswa, serta pelaku penembakan yang ditemukan tewas di lokasi kejadian.

Selain korban jiwa, aparat juga melaporkan dua orang mengalami luka berat. Sekitar 15 orang lainnya mengalami cedera ringan hingga sedang dan telah mendapatkan perawatan medis.

"Proses identifikasi korban masih berlangsung dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab serta rangkaian peristiwa secara menyeluruh," ujar pihak kepolisian dalam pernyataan resminya.

Sekolah Debsirin sendiri merupakan sekolah menengah yang melayani siswa kelas 7 hingga kelas 12 dan dikenal sebagai salah satu sekolah persiapan perguruan tinggi di wilayah Nonthaburi yang berbatasan langsung dengan kawasan metropolitan Bangkok.

Polisi Fokus Menyelidiki Asal Senjata

Usai lokasi dinyatakan aman, tim penyidik mulai mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekolah saat insiden berlangsung.

Salah satu fokus utama penyelidikan adalah bagaimana pelaku bisa memperoleh dan membawa senjata api ke dalam lingkungan sekolah. Polisi berupaya menelusuri asal-usul senjata tersebut sekaligus kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem pengawasan.

Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang belum mengungkap motif pasti di balik aksi penembakan tersebut.

Sekolah Sediakan Pendampingan Psikologis

Selain menangani proses penyelidikan, perhatian juga diarahkan kepada kondisi psikologis para siswa, guru, dan keluarga korban.


Berita Terkait


News Update