LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Realisasi investasi di Kabupaten Lebak menunjukkan tren positif. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi mencapai Rp1,19 triliun pada semester I 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara mengungkapkan, capaian tersebut setara 84 persen dari target investasi sebesar Rp1,41 triliun pada 2026. Target tersebut tertuang dalam RPJMD dan Renstra 2025-2029 serta Renja DPMPTSP Kabupaten Lebak 2026.
"Realisasi investasi sampai dengan semester I Januari-Juni 2026 telah mencapai Rp1,19 triliun. Dengan rincian triwulan I sebesar Rp580 miliar dan triwulan II Rp607 miliar," kata Lingga, Selasa, 11 Agustus 2026.
Lingga menyampaikan, data tersebut bersumber dari LKPM yang disampaikan pelaku usaha menengah dan besar (non-UMK) secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS), dengan periode pelaporan 1-15 Juli 2026.
Baca Juga: Petani di Lebak Terpaksa Panen Lebih Awal saat Kemarau Panjang, Hasil Anjlok 70 Persen
Untuk triwulan II atau periode April-Juni 2026, realisasi investasi di Kabupaten Lebak tercatat sebesar Rp607 miliar. Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp441 miliar dengan 646 proyek dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp166 miliar dengan 94 proyek.
"Untuk tiga sektor terbesar penyumbang investasi pada triwulan II, yakni sektor listrik, gas dan air sebesar Rp143 miliar, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp111 miliar, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp85 miliar," ujarnya.
Sementara itu, penyerapan tenaga kerja mencapai 2.984 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari 216 perusahaan dengan total 740 proyek pada triwulan 2. Adapun negara asal investasi terbesar, di antaranya Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.
Ia menambahkan, realisasi investasi mencapai Rp1,19 triliun secara kumulatif selama semester I 2026, terdiri dari PMDN sebesar Rp885 miliar dari 1.212 proyek dan PMA sebesar Rp302 miliar dari 192 proyek.
"Tiga sektor terbesar pada semester I di antaranya listrik, gas dan air sebesar Rp269 miliar, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp266 miliar, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp183 miliar," ujarnya.
Sementara itu, total penyerapan tenaga kerja mencapai 5.840 tenaga kerja Indonesia dari 257 perusahaan dengan 1.404 proyek selama semester 1.
"Negara asal investasi terbesar pada semester I yaitu R.R Tiongkok, Singapura, Thailand, Malaysia dan Hong Kong RRT," ucapnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Lebak yang semakin baik, terutama pada sektor infrastruktur dasar.
"Kami berkomitmen terus mempermudah perizinan dan pendampingan usaha agar target Rp1,41 triliun di akhir tahun ini bisa tercapai. Yang penting, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah," tuturnya.
.jpg)