6 Rumah Rusak Berat Akibat Pergerakan Tanah, Warga Lebak Bertahan di Tengah Ancaman Rumah Roboh selama 8 Bulan

Minggu 09 Agu 2026, 13:55 WIB
Salah satu rumah warga terdampak pergerakan tanah di Lebak rusak parah. (Sumber: Pos Kota/ Samsul Fatoni)
Salah satu rumah warga terdampak pergerakan tanah di Lebak rusak parah. (Sumber: Pos Kota/ Samsul Fatoni)

"Kalau hujan masih terdengar suara retakan. Saya takut ketimpa. Tapi kalau tidak hujan, saya tetap tinggal di sini karena tidak punya biaya untuk pindah," ujarnya.

Selama ini, bantuan yang diterima warga dari pemerintah disebut masih sebatas kebutuhan dasar, seperti beras dan mi instan.

Karena itu, Maesaroh berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi agar warga dapat tinggal di tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov DKI Percepat Pembangunan Tanggul Kali Grogol

"Kalau bisa saya minta tolong dibantu. Saya ingin pindah ke tempat yang lebih aman," harapnya.

9 Rumah Terdampak, 6 Rusak Berat

Ketua RT setempat, Masri, 51 tahun, membenarkan terdapat sembilan rumah yang terdampak pergerakan tanah. Enam rumah di antaranya mengalami kerusakan berat.

Menurut Masri, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong pemerintah segera merelokasi warga. Ia bersama perangkat desa bahkan telah mendatangi sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Geologi dan Baznas tingkat Provinsi Banten.

"Kami sudah ke Serang bersama perangkat desa. Katanya hanya diminta menunggu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan," ujarnya.

Baca Juga: Imbas Kasus Longsor TPST Bantargebang Makan 7 Korban Jiwa, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

Masri mengatakan pemerintah sebelumnya telah melakukan asesmen terhadap lokasi yang terdampak. Warga juga sempat menerima bantuan darurat berupa sembako dan uang tunai.

Namun, bantuan tersebut belum menyelesaikan persoalan utama karena warga masih harus tinggal di kawasan yang dinilai rawan.

"Namun, hingga kini proses relokasi belum dapat dilaksanakan," ucapnya.


Berita Terkait


News Update