Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov DKI Percepat Pembangunan Tanggul Kali Grogol

Jumat 03 Jul 2026, 15:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menuntaskan pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat. 

Adapun, penataan ini dilakukan untuk mengantisipasi luapan air dan longsor, meningkatkan kapasitas aliran sungai, serta memudahkan pemantauan dan pemeliharaan Kali Grogol.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memastikan sisa pekerjaan sepanjang sekitar 600 meter hingga ujung segmen segera diselesaikan. 

Anggaran untuk melanjutkan pembangunan telah dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026.

Baca Juga: Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun 52 Persen, Pramono Anung Minta Data Diperdalam Lagi

"Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi, jalan yang seperti ini. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan,” ujar Pramono kepada awak media, Jumat, 3 Juli 2026.

Pramono mengatakan, penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan mencakup pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di sisi kanan dan kiri sungai. Pekerjaan tersebut dilengkapi dengan pemasangan dinding penahan banjir (parapet beton) dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak–Jakarta.

Selain itu, Pramono menyebut, pihaknya juga membangun jalan inspeksi di sepanjang segmen tersebut sebagai akses bagi petugas untuk memantau kondisi sungai, mengangkut sedimen dan sampah, serta menangani penyumbatan maupun kerusakan infrastruktur. 

"Jalan inspeksi tersebut dilengkapi trotoar guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan akses di kawasan sekitar," ungkapnya. 

Baca Juga: BBM Makin Mahal, Ini Cara Pramono Anung Ubah Pola Transportasi Warga Jakarta

Selain itu, dikatakan Pramono, dibangun saluran gendong yang sejajar dengan sungai untuk menampung dan mengalirkan limpasan air dari permukiman sekitar.


Berita Terkait


News Update