Tersangka Mutilasi Depok Diduga Tergabung Komunitas Gay, Motif Masih Didalami

Kamis 06 Agu 2026, 14:24 WIB
Petugas Inafis Polres Metro Depok melakukan cek tkp kondisi jasad korban mutilasi. (Sumber: Istimewa)
Petugas Inafis Polres Metro Depok melakukan cek tkp kondisi jasad korban mutilasi. (Sumber: Istimewa)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap temuan baru dalam penyidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi, 51 tahun di Depok.

Penyidik menduga tersangka Saepul alias Saepullah, 26 tahun merupakan anggota sebuah komunitas gay berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan analisis terhadap telepon genggam miliknya.

Kepala Unit 1 Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, mengatakan temuan tersebut masih merupakan bagian dari proses penyidikan dan belum menjadi kesimpulan akhir terkait motif pembunuhan.

Penyidik pun masih terus mengumpulkan dan mendalami seluruh fakta dalam perkara tersebut.

Baca Juga: Psikolog Forensik Soroti Dugaan Pembelaan Diri dalam Kasus Mutilasi di Depok

"Update hasil pemeriksaan dengan saksi-saksi dan pengecekan HP milik tersangka, bahwa tersangka tergabung dalam Grup (Komunitas Gay)," ujar Dimitri saat dikonfirmasi Pos Kota, Kamis, 6 Agustus 2026.

Keterangan itu disampaikan Dimitri, menyusul beredarnya video pengakuan tersangka yang menyebut pembunuhan dipicu dugaan tindakan yang tidak diinginkan dari korban.

Penyidik kini berupaya mencocokkan pengakuan tersebut dengan alat bukti, hasil pemeriksaan saksi, serta temuan lain selama proses penyidikan.

Kendati demikian, Dimitri menegaskan, pihaknya belum menyimpulkan apakah dugaan keterlibatan tersangka dalam komunitas tersebut memiliki hubungan langsung dengan motif pembunuhan. Seluruh fakta masih didalami untuk memastikan kronologi peristiwa secara utuh.

Baca Juga: Pelaku Mutilasi di Depok Beberkan Motif Bunuh Teman Pria, Sebut Badannya Dipegang-pegang

Sebelumnya, kasus pembunuhan disertai mutilasi di Depok bermula dari pertemuan antara tersangka Saepul alias Saepullah, 26 tahun dan korban Kunaefi, 51 tahun di sebuah kontrakan di kawasan Cipayung.

Kepada penyidik, Saepullah mengaku emosi setelah korban diduga melakukan tindakan yang membuatnya tidak nyaman hingga keduanya terlibat perkelahian yang berujung pada penusukan.

"Terus kan, tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," kata Saepullah kepada penyidik.

Setelah korban meninggal, tersangka mengaku memutilasi jasad korban agar lebih mudah dibawa keluar dari kontrakan dan untuk menghilangkan jejak. Polisi masih mendalami motif pembunuhan tersebut, sementara penyelidikan awal menyebut hubungan keduanya sebatas saling mengenal.


Berita Terkait


News Update