Diduga Gay, Korban Mutilasi di Depok Dikenal Alim

Rabu 05 Agu 2026, 22:43 WIB
Ilustrasi mayat korban mutilasi di Depok. (Sumber: Pixabay/Mohamed_hassan)
Ilustrasi mayat korban mutilasi di Depok. (Sumber: Pixabay/Mohamed_hassan)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Kematian K, 51 tahun, menggegerkan warga tempat korban tinggal di wilayah Cipayung, Kota Depok. K tewas di tangan Saepullah, 26 tahun, dengan cara dimutilasi.

Seorang warga bernama Yudi, 40 tahun, menuturkan, korban dikenal baik di lingkungan sekitar. Ia juga rajin menunaikan salat berjamaah di masjid perumahan.

"Tidak hanya itu saat ada acara di lingkungan korban selalu hadir dan kumpulan warga tiap bulan selalu mengikuti acara tidak pernah absen," kata Yudi kepada Poskota, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Yudi, dugaan korban memiliki hubungan asmara sesama jenis dengan pelaku sulit dipercaya. Ia menyebutkan, korban memiliki istri dan dua anak yang masih duduk di sekolah dasar.

Baca Juga: Kriminolog Nilai Mutilasi Depok Didorong Kemarahan Besar, Bukan Sekadar Hilangkan Jejak

"Tidak sangka saja semua tetangga langsung kaget meninggalnya korban yang tidak wajar. Apa yang ditudingkan dugaan kepada korban itu sepertinya tidak benar, kasihan keluarga dan anak-anaknya nanti," ujarnya.

Ia menyampaikan, K lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarganya setelah bekerja di luar pulau dalam waktu lama.

"Pekerjaan pasti apa tidak tahu, tapi korban sepengatuan pernah bekerja di Palu meninggalkam istri dan anak-anaknya namun setelah itu balik lagi ke rumah dan lebih sering bersama keluarga," ucapnya.

Sementara itu, Yudi berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya atas perbuatan keji terhadap K.

Baca Juga: Psikolog Forensik Soroti Dugaan Pembelaan Diri dalam Kasus Mutilasi di Depok

"Perbuatan keji itu, pelaku harus dihukum setimpal atas apa yang telah diperbuatnya tersebut," tuturnya.


Berita Terkait


News Update