"Hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesori senjata lainnya," tuturnya.
Hingga kini, sejumlah ruangan lain masih belum dibuka, termasuk ruangan diduga menyerupai bunker. Pihak yayasan berharap kepolisian segera melakukan pemeriksaan terhadap ruangan tersebut.
"Kami berharap, ruangan itu yang berbentuk seperti bunker, agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka," kata dia.
Kasus ini mulai ditangani setelah polisi menerima laporan masyarakat pada 15 Juli 2026. Namun, sebelum laporan itu diterima, penyidik lebih dulu membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar hukum untuk memulai proses penyelidikan terhadap temuan tersebut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh barang bukti yang ditemukan. Polisi juga belum mengungkap jumlah pasti senjata maupun identitas yayasan sekolah karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Baca Juga: Komplotan Curanmor Gagal Curi Motor di Depok, Todongkan Senpi ke Warga
"Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata yang terdiri dari air gun dan senjata api yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama," pungkas Kepala Seksi Humas Polres Metro Jaksel, AKP Joko Adi Wibowo.
