Unas Kukuhkan 3 Guru Besar, Perkuat Kontribusi Keilmuan bagi Transformasi Sosial dan Digital

Rabu 05 Agu 2026, 21:35 WIB
Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Guru Besar Unas di Auditorium Unas, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Guru Besar Unas di Auditorium Unas, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

Apresiasi atas pencapaian tersebut juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto. Ia menyampaikan, pengukuhan tiga Guru Besar sekaligus merupakan indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan tata kelola akademik di Universitas Nasional.

“Penambahan tiga Guru Besar sekaligus ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Nasional (UNAS) dalam meningkatkan mutu tata kelola sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai kombinasi kepakaran ketiga Guru Besar memiliki nilai strategis dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Kehadiran tiga kepakaran ilmu dari Sosiologi Ekonomi yang menjaga dimensi humanis, Machine Learning yang memacu otomasi, serta Decision Support yang menajamkan ketepatan navigasi institusi merupakan kolaborasi keilmuan yang sangat harmonis. Hal ini sangat sejalan dengan arah kebijakan kementerian saat ini, yaitu mewujudkan Diktisaintek Berdampak,” ucap Tri.

LLDIKTI Wilayah III juga mengingatkan bahwa jabatan Guru Besar membawa tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga integritas akademik, membina dosen muda, memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin, serta memastikan ilmu pengetahuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Sidang Terbuka Senat kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tiga orasi ilmiah. Erna menyampaikan orasi berjudul “Ketidakseimbangan Struktural Ekonomi: Rekonfigurasi Underground Economy di Era Platform Digital dan Deindustrialisasi Sektor Tekstil-Garment Indonesia”. Melalui orasinya, ia mengajak dunia akademik untuk mengkaji kembali perubahan struktur ekonomi nasional yang dipengaruhi perkembangan ekonomi digital dan dinamika industri.

Sementara itu, Agung membawakan orasi bertajuk “Transformasi Keterbaruan Clustering dalam Machine Learning: dari Educational Data Mining menuju AI Kesehatan yang Tepercaya". Perkembangan teknologi machine learning dianggap tidak hanya mendorong inovasi komputasi, tetapi membuka peluang penerapan kecerdasan artifisial yang aman, akurat, dan tepercaya di sektor kesehatan.

Septi menyampaikan orasi berjudul “Konstruksi Ekosistem Decision Support and Analytics dalam Penguatan Pemeringkatan Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global". Ia menekankan pentingnya pemanfaatan data dan sistem pendukung keputusan sebagai fondasi penguatan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, efektif, dan berdaya saing global.

Wakil Ketua Majelis Guru Besar Unas, Prof. Dr. Suryono Efendi membacakan naskah pengukuhan yang menyatakan ketiga akademisi tersebut resmi menyandang jabatan Guru Besar Universitas Nasional sesuai bidang kepakarannya.

Pengukuhan tiga Guru Besar ini tidak hanya menambah jumlah profesor di lingkungan Unas menjadi 35 orang, tetapi juga memperkuat ekosistem keilmuan yang dimiliki UNAS. Kehadirannya diharapkan semakin memperkokoh posisi Unas menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang menghadirkan solusi bagi kemajuan Indonesia.


Berita Terkait


News Update