Sehari setelah Penemuan Jasad Korban Mutilasi di Depok, Warga Masih Padati TKP

Rabu 05 Agu 2026, 13:05 WIB
Lokasi TKP penemuan jasad yang dimutilasi di Jalan Kav, Pancoran Mas, Kota Depok, jadi tontonan warga. (Sumber: Poskota/Angga)
Lokasi TKP penemuan jasad yang dimutilasi di Jalan Kav, Pancoran Mas, Kota Depok, jadi tontonan warga. (Sumber: Poskota/Angga)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Sehari setelah ditemukannya jasad pria yang diduga menjadi korban mutilasi di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok, lokasi kejadian masih dipadati warga dan pengendara yang penasaran.

Garis polisi masih membentang di lokasi penemuan jasad yang berada di lapangan terbuka di Jalan Raya Kav, tepatnya di depan Warung Soto Sokaraja, RT 02 RW 017, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Rabu, 5 Agustus 2026.

Meski jasad telah dievakuasi oleh petugas, aroma menyengat yang diduga berasal dari jasad korban masih tercium hingga sekitar 50 meter dari lokasi.

Warga setempat, Al Badlu, 62 tahun, mengatakan lokasi penemuan jasad korban mutilasi mendadak menjadi perhatian masyarakat sejak Selasa sore, 4 Agustus 2026.

Baca Juga: Sebagian Tubuh Korban Belum Ditemukan, Polres Metro Depok Selidiki Temuan Mayat dalam Karung Beras

"TKP sudah dipasang garis polisi. Meski jasad korban sudah diangkat, baunya masih tercium sampai ke jalan utama sejauh sekitar 50 meter. Karena penasaran, banyak pengendara motor maupun warga yang datang ingin melihat lokasi penemuan mayat," ujar Al Badlu kepada Poskota di lokasi, Rabu.

Menurutnya, penemuan jasad tersebut sempat menggegerkan warga. Awalnya, karung beras berukuran 50 kilogram yang berada di lokasi dikira berisi sampah.

"Saat karung itu dibakar karena dikira sampah, bagian karung meleleh dan terlihat ada jasad manusia di dalamnya. Kondisinya terdapat luka sayatan cukup dalam di leher, sedangkan kedua kaki sudah tidak ada hingga pangkal paha," katanya.

Al Badlu menuturkan, jasad ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah menerima laporan, polisi bersama Tim Jatanras Polda Metro Jaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga dini hari.

Baca Juga: Warga Depok Temukan Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi, Selama 10 Hari Dikira Tumpukan Sampah

Selain mengamankan lokasi, petugas juga menyisir sejumlah kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar area penemuan jasad.

"Di sekitar TKP ada tiga titik CCTV, yaitu di rumah H. Misar, Musala Hidayatul Mutaqin, dan Masjid Al Barkah. Polisi melakukan penyelidikan sampai sekitar pukul 02.00 WIB," ujarnya.

Ciri-ciri Korban Masih Sulit Dikenali

Menurut Al Badlu, kondisi jasad saat ditemukan sudah mengalami pembusukan sehingga wajah korban sulit dikenali.

Ia menyebut korban berjenis kelamin laki-laki, bertubuh gemuk, berambut pendek hitam lurus, serta ditemukan tanpa busana.

Baca Juga: Tumpahan Oli Tercecer di Bojongsari Depok, Pemotor Terjatuh

"Leher korban terdapat luka sayatan senjata tajam. Kedua kaki sudah tidak ada hingga batas selangkangan. Diduga korban dimutilasi terlebih dahulu agar dapat dimasukkan ke dalam karung," katanya.

Ia juga mengatakan tidak ditemukan bercak darah di sekitar lokasi penemuan jasad.

"Diduga korban dibunuh di tempat lain sebelum akhirnya jasadnya dimasukkan ke dalam karung dan dibuang di lokasi ini," tuturnya.

Ketua RT 02 RW 017, Waluyo, mengatakan hingga kini identitas korban masih belum diketahui.

Baca Juga: Kota Depok Kini Tandus, Warga Sawangan dan Cipayung Dilanda Krisis Air

Pihak lingkungan telah menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri korban kepada warga sekitar, namun belum ada yang mengenali maupun melaporkan anggota keluarganya hilang.

"Kami sudah menyebarkan informasi ke lingkungan, tetapi belum ada yang mengenali korban. Dugaan sementara korban berasal dari luar wilayah sini," ujar Waluyo.

Lokasi Dikenal sebagai Tempat Pembuangan Sampah Liar

Al Badlu mengungkapkan, area tersebut selama ini dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah liar. Pada akhir pekan, lapangan itu juga kerap dimanfaatkan warga untuk bermain layang-layang.

Sementara itu, warga lainnya, Yamin, 65 tahun, mengatakan kawasan tersebut sejak lama dikenal sebagai lokasi yang sepi dan minim penerangan saat malam hari.

"Kasus penemuan mayat mutilasi ini baru pertama kali. Sebelumnya pernah ditemukan tulang-belulang manusia dan ada juga warga yang menjadi korban begal. Kalau malam memang sangat sepi dan gelap," ujarnya.

Menurut Yamin, warga secara swadaya telah memasang satu lampu penerangan jalan. Namun, jumlahnya masih dinilai belum mencukupi.

"Kami berharap kasus ini segera terungkap. Selain itu, kami juga berharap pemerintah bisa menambah penerangan jalan umum agar warga merasa lebih aman saat melintas pada malam hari," katanya.


Berita Terkait


News Update