Ironisnya, ketika konsumen masih membeli sayuran dengan harga yang relatif tinggi di pasar, petani justru memperoleh bagian paling kecil dari rantai perdagangan tersebut.
Bagi para petani di Pasirhalang, persoalan hari ini bukan sekadar kemarau. Mereka berharap ada perhatian lebih terhadap tata niaga hasil pertanian, ketersediaan air, hingga perlindungan harga agar petani tidak terus menjadi pihak yang paling dirugikan.
"Kalau kondisi ini terus berulang, bukan tidak mungkin semakin banyak petani memilih meninggalkan lahannya," ucapnya.
Ketika itu terjadi, yang hilang bukan hanya mata pencaharian mereka, tetapi juga salah satu denyut kehidupan Cisarua sebagai kawasan pertanian yang selama ini ikut menghidupi jutaan orang melalui hasil bumi dari lereng-lereng Bandung Barat.
