Amankan FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Kerahkan 5.641 Personel di Jakarta dan Bandung

Senin 21 Sep 2026, 12:27 WIB
Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Irjen Laksana, saat memberikan keterangan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 September 2026. (Sumber: Pos Kota/ Ali Mansur)
Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Irjen Laksana, saat memberikan keterangan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 September 2026. (Sumber: Pos Kota/ Ali Mansur)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polri menyiapkan 5.641 personel untuk mengamankan penyelenggaraan turnamen sepak bola FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar di dua lokasi, yakni Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

Pengamanan dilakukan selama rangkaian turnamen berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.

“Sebanyak 5.641 personel yang terdiri dari 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro, dan 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat,” ujar Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Irjen Laksana, sesaat setelah apel di lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 September 2026.

Menurut Laksana, pengamanan tidak hanya difokuskan di dalam stadion. Polisi juga menempatkan personel di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan aktivitas tim dan penonton, seperti titik kedatangan, hotel, tempat latihan, jalur pergerakan tim, area konsentrasi suporter, kantong parkir serta objek vital.

Baca Juga: Alasan Rizky Ridho Dicoret dari Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Apa? Ini Penjelasannya

Dalam pelaksanaan, kata Laksana, sebelum turnamen dimulai, pihaknya melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Kondisi di dalam dan sekitar stadion menjadi salah satu perhatian, terutama menyangkut kepadatan penonton dan kemungkinan terjadinya gesekan antar-suporter.

“Kami juga mengantisipasi persoalan terkait penggunaan atribut, kepatuhan terhadap tiket, serta aturan mengenai barang yang boleh dibawa masuk ke area pertandingan,” ucap Laksana.

Selain potensi gangguan secara langsung, kata Laksana, Polri juga memantau ancaman yang dapat berkembang melalui ruang digital. Penyebaran informasi palsu, provokasi, ujaran kebencian, hingga ajakan pengerahan massa turut menjadi perhatian selama turnamen berlangsung.

Sejumlah kondisi darurat turut diantisipasi dalam pengamanan, seperti cuaca ekstrem, kebakaran, kejadian medis, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berpotensi memengaruhi mobilitas dan transportasi.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Kapan? Cek Tanggal Pertandingan, Lawan, dan Daftar Pemain

Untuk menghadapi berbagai risiko tersebut, polisi menyiapkan pola pengamanan berlapis di sejumlah lokasi.


Berita Terkait


News Update