Kemarau memaksa Dadang melakukan sesuatu yang dulu hampir tak pernah terpikirkan, membeli air agar tanaman tidak mati. Satu kibik air dari perusahaan air minum dihargai sekitar Rp7.000. Dalam sehari, sedikitnya lima kibik dibutuhkan untuk sekali penyiraman.
"Ya kalau idealnya tanaman disiram dua kali sehari tetapi, karena biaya semakin berat maka, penyiraman sering kali hanya dilakukan sekali," ujarnya.
Bahkan, dengan kondisi seperti ini (kemarau), kata dia, konsekuensinya tidak ringan. Tanaman tumbuh kurang maksimal, kualitas menurun, dan hasil panen semakin sedikit.
Sementara itu di kebun lain yang tak jauh dari sana, Suhendra, 68 tahun, merasakan kegelisahan yang sama. Puluhan tahun menjadi petani membuatnya hafal siklus musim. Dahulu, kemarau memang mengurangi produksi, tetapi harga sayuran biasanya ikut naik sehingga kerugian masih bisa tertutupi.
Selada yang pernah menyentuh Rp20.000 per kg kini hanya laku Rp2.000 kg. Tomat yang dulu dihargai sekitar Rp10.000 per kg juga turun ke angka yang sama.
Baca Juga: Pengamat Sebut Petani Lokal Harus jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional
"Padahal, biaya menanamnya justru semakin mahal. Sekarang satu kibik air Rp10.000. Sehari habis lima kibik. Belum pupuk, belum tenaga kerja," ucapnya.
Tak berhenti sampai di situ, panas berkepanjangan membuat banyak tomat rusak sebelum sempat dipanen. Hampir separuh buah harus dibuang karena membusuk dan tidak layak dijual.
Kerugian yang mereka alami datang dari dua arah sekaligus, mulai harga berkurang tajam dan hasil panen ikut merosot. Di balik panorama hijau Cisarua yang memanjakan mata wisatawan, tersimpan perjuangan panjang para petani menjaga pasokan pangan.
Kawasan ini bukan hanya menawarkan udara sejuk dan pemandangan pegunungan, tetapi juga menjadi satu di antara lumbung hortikultura penting di Bandung Barat.
Baca Juga: Petani Khawatir Penyeragaman Kemasan Hambat Pengembangan Komoditas Tembakau di Jawa Barat
Setiap lembar selada dan setiap buah tomat yang sampai ke meja makan masyarakat sesungguhnya lahir dari kerja keras yang dimulai sejak fajar menyingsing hingga matahari tenggelam.
