Polda Metro Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Personel hingga Peralatan SAR Dicek

Senin 03 Agu 2026, 17:57 WIB
Polda Metro Jaya menggelar Apel Kesiapan Personel dan Peralatan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana di Mapolda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Polda Metro Jaya menggelar Apel Kesiapan Personel dan Peralatan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana di Mapolda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan personel dan peralatan menghadapi potensi berbagai bencana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 3 Agustus 2026.

"Sebanyak 233 personel diterjunkan, terdiri dari 80 personel Satbrimobda Polda Metro Jaya, 100 personel Direktorat Samapta, 50 personel Ditpolairud, dan tiga personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes)," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono di lokasi, Senin, 3 Agustus 2026.

Dekananto meminta seluruh personel memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir, kebakaran, dan kekeringan. Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai daerah rawan banjir, kekeringan, krisis air bersih, titik rawan kebakaran, tempat pembuangan akhir (TPA), hingga sumber air cadangan.

"Kesiapsiagaan harus diawali dengan pemetaan wilayah rawan bersama seluruh pemangku kepentingan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Personel Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Ada K9 dan Helikopter

Ia juga meminta jajarannya memperkuat koordinasi dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci penanganan bencana dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terpadu.

"Seluruh personel harus selalu menjaga kesiapan, memastikan peralatan dalam kondisi baik, serta mengutamakan keselamatan petugas maupun masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas," ucapnya.

Sementara itu, para personel dibekali berbagai sarana penanggulangan bencana, seperti Armoured Water Cannon (AWC), mobil SAR, perahu karet, APAR, ambulans, dan alat komunikasi. Seluruh sarana diperiksa untuk memastikan seluruhnya siap operasional.

Selain kesiapan personel dan peralatan, edukasi kepada masyarakat tentang penghematan air dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran juga penting. Ia meminta jajarannya melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap bentuk kelalaian maupun tindakan yang menyebabkan terjadinya kebakaran.

Baca Juga: Apel Perdana 2026, Wali Kota Tangerang Tegaskan Penguatan Kualitas Pelayanan Publik

"Keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari kemampuan saat merespons kejadian, tetapi juga dari upaya mencegah terjadinya bencana dan kecepatan memberikan pertolongan kepada masyarakat," tuturnya.


Berita Terkait


News Update