Siti Zahra Maghfira Bertugas di Mana? Ini Profil Dokter Internship yang Meninggal di Apartemen Kalibata City

Selasa 28 Jul 2026, 13:53 WIB
Dokter muda Siti Zahra Maghfira dilaporkan meninggal dunia usai diduga terjatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. (Sumber: X/@NakesPuskesmas)
Dokter muda Siti Zahra Maghfira dilaporkan meninggal dunia usai diduga terjatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. (Sumber: X/@NakesPuskesmas)

POSKOTA.CO.ID - Dokter muda bernama Siti Zahra Maghfira dilaporkan meninggal dunia usai diduga terjatuh dari jendela apartemen lantai 18 Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026.

Berdasarkan informasi awal, petugas keamanan apartemen disebut mendengar suara benda terjatuh dari arah Tower Sakura.

Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan di area dak bangunan. Laporan awal kepolisian menyebut Siti Zahra diduga terjatuh dari jendela unit apartemen di lantai 18.

Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses visum sebagai bagian dari penyelidikan.

Menyusul peristiwa tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya dr. Siti Zahra Maghfira.

Investigasi dilakukan bersama sejumlah pihak terkait agar seluruh fakta dan kronologi kejadian dapat diketahui secara menyeluruh sebelum pemerintah memberikan keterangan resmi kepada masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menegaskan proses investigasi dilakukan secara komprehensif sehingga tidak ada informasi yang disampaikan sebelum seluruh fakta berhasil dikumpulkan.

"Kami berkomitmen memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian terungkap secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan. Hasil investigasi ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat hari," kata Aji.

Kepergian Siti Zahra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, maupun dunia kesehatan.

Ayah Siti Zahra Maghfira, Dokter Musadri Amir Abdullah, diketahui menggelar takziah selama tiga malam berturut-turut untuk mendoakan almarhumah.

Acara takziah dilaksanakan di kediamannya yang berada di Kompleks Perumahan Villa Surya Mas, Jalan Toddopuli Raya, Barong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Di tengah insiden itu, tak sedikit yang mencari tahu latar belakang Siti Zahra Maghfira.

Lantas, dokter Siti Zahra Maghfira bertugas di mana? Bagaimana perjalanan pendidikan dan kariernya?

Berikut ulasan lengkap mengenai profil, riwayat pendidikan, tempat penugasan, serta fakta-fakta yang telah diketahui sejauh ini.

Baca Juga: Telkom Gelar Forum Kolaborasi Nasional untuk Perkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography

Siti Zahra Maghfira Bertugas di Mana?

Siti Zahra Maghfira merupakan bagian dari generasi muda tenaga kesehatan Indonesia yang tengah menjalani masa pengabdian sebagai dokter internship.

Saat peristiwa terjadi, ia diketahui masih berusia 25 tahun. Dirinya tercatat sebagai peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dan mulai menjalani masa penugasan sejak Mei 2026.

Dalam program tersebut, Siti Zahra ditempatkan sebagai dokter magang di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat.

PIDI sendiri ialah program wajib yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bagi seluruh dokter lulusan baru.

Melalui program ini, para dokter memperoleh pengalaman praktik secara langsung di fasilitas pelayanan kesehatan dengan pendampingan dari dokter senior.

Baca Juga: Jadwal Piala Presiden Hari Ini 28 Juli 2026: Ada Persib vs DPMM FC Jam 19.30 WIB

Program tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum seorang dokter memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) dan dapat menjalankan praktik secara mandiri.

Siti Zahra Maghfira sendiri diketahui berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Dia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) sejak tahun 2019.

Perjalanan akademiknya berlangsung secara bertahap hingga berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran pada tahun 2023.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan profesi dokter dan resmi memperoleh gelar dokter pada tahun 2026.

Tak lama setelah lulus, Siti Zahra mengikuti Program Internship Dokter Indonesia sebagai syarat memperoleh izin praktik penuh sebelum menjalani karier sebagai dokter secara mandiri.

Selama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Siti Zahra juga aktif melakukan penelitian ilmiah.

Berdasarkan Repository Unhas, skripsinya membahas mengenai faktor-faktor penyebab infertilitas primer pada wanita.

Penelitian tersebut menggunakan sampel pasien yang menjalani perawatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan menjadi salah satu karya ilmiah yang diselesaikannya sebelum memperoleh gelar dokter.


Berita Terkait


News Update