Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Menko AHY Dorong Kunci Bersama jadi Model Aglomerasi Polisentris Jabar-Jateng

Senin 27 Jul 2026, 18:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Kawasan KUNCI Bersama menjadi model pengembangan wilayah berbasis aglomerasi polisentris.

Konsep tersebut dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat-Jawa Tengah, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi.

Hal itu disampaikan Menko AHY setelah memberikan keynote speech dan menghadiri Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut AHY, Kawasan KUNCI Bersama yang mencakup delapan kabupaten/kota di Jawa Barat dan dua kabupaten di Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor ekonomi, industri, pariwisata, hingga pengembangan wilayah.

Baca Juga: Presiden Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Menko AHY: Perkuat Konektivitas dan Ketahanan Nasional

Namun, potensi tersebut perlu diperkuat melalui konektivitas dan infrastruktur yang terintegrasi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Kawasan Kunci Bersama memiliki potensi yang sangat besar dari sisi ekonomi, industri, pariwisata, dan pengembangan wilayah. Namun, potensi tersebut harus didukung oleh konektivitas dan infrastruktur yang terintegrasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar AHY.

Kertajati dan Patimban jadi Penopang Konektivitas

AHY mengatakan posisi Kawasan KUNCI Bersama semakin strategis dengan keberadaan Pelabuhan Patimban sebagai gerbang logistik laut dan Bandara Internasional Kertajati sebagai gerbang udara.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong optimalisasi kedua infrastruktur tersebut untuk memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi di kawasan.

Baca Juga: Menko AHY Ajak Dewan Pakar IKA UNAIR Perkuat Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk Hadirkan Solusi Nyata bagi Rakyat

Salah satu fokusnya adalah pengembangan Bandara Kertajati sebagai hub industri kedirgantaraan nasional. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong penataan ruang yang lebih terarah dengan mengembangkan potensi unggulan di setiap daerah.

Potensi tersebut meliputi pariwisata, agribisnis, kawasan pangan berkelanjutan, hingga sektor industri.

Pengembangan berbasis potensi wilayah tersebut diharapkan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

"Kita membangun infrastruktur bukan semata membangun jalan, pelabuhan, atau bandara, melainkan bagaimana infrastruktur tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata," tegas AHY.

Baca Juga: Rahyu Afsari Siapa dan Lulusan Mana? Ini Sosok Emak-Emak yang Nekat Bawa Sound Saat Afgan Manggung

Aglomerasi Polisentris untuk Kurangi Disparitas

AHY menuturkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih terdapat disparitas pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Kawasan KUNCI Bersama.

Karena itu, penguatan konektivitas menjadi salah satu faktor penting untuk menekan biaya logistik, memperlancar mobilitas barang dan manusia, serta meningkatkan produktivitas kawasan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, AHY menawarkan pendekatan aglomerasi polisentris.

Aglomerasi polisentris merupakan konsep pengembangan beberapa pusat pertumbuhan yang saling terhubung dan berkembang berdasarkan keunggulan masing-masing wilayah.

Melalui pendekatan tersebut, setiap daerah dapat berkembang sesuai potensi dan fungsinya. Di saat yang sama, daerah-daerah tersebut tetap saling memperkuat melalui konektivitas, jaringan logistik, dan aktivitas ekonomi.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi kawasan diharapkan berlangsung lebih seimbang dan berkelanjutan.

"Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan ego sektoral. Yang dibutuhkan adalah pengembangan kawasan yang terintegrasi sehingga setiap daerah dapat tumbuh sesuai keunggulannya, namun tetap saling terhubung dan saling memperkuat," kata AHY.

AHY menjelaskan, inisiatif pengembangan Kawasan KUNCI Bersama berawal dari aspirasi para kepala daerah yang menginginkan percepatan pembangunan melalui kolaborasi lintas wilayah.

Pemerintah pusat, lanjut dia, siap mengawal inisiatif tersebut agar KUNCI Bersama dapat berkembang menjadi model pengembangan kawasan yang mendorong pemerataan pembangunan.

"Ini merupakan inisiatif yang datang dari para kepala daerah. Saya melihat adanya optimisme dan semangat kolaborasi untuk membangun kawasan secara bersama-sama. Pemerintah pusat siap mendukung agar Kunci Bersama berkembang menjadi kawasan yang semakin maju, terhubung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas AHY.


Berita Terkait


News Update