Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Menko AHY Dorong Kunci Bersama jadi Model Aglomerasi Polisentris Jabar-Jateng

Senin 27 Jul 2026, 18:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)

Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong penataan ruang yang lebih terarah dengan mengembangkan potensi unggulan di setiap daerah.

Potensi tersebut meliputi pariwisata, agribisnis, kawasan pangan berkelanjutan, hingga sektor industri.

Pengembangan berbasis potensi wilayah tersebut diharapkan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

"Kita membangun infrastruktur bukan semata membangun jalan, pelabuhan, atau bandara, melainkan bagaimana infrastruktur tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata," tegas AHY.

Baca Juga: Rahyu Afsari Siapa dan Lulusan Mana? Ini Sosok Emak-Emak yang Nekat Bawa Sound Saat Afgan Manggung

Aglomerasi Polisentris untuk Kurangi Disparitas

AHY menuturkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih terdapat disparitas pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Kawasan KUNCI Bersama.

Karena itu, penguatan konektivitas menjadi salah satu faktor penting untuk menekan biaya logistik, memperlancar mobilitas barang dan manusia, serta meningkatkan produktivitas kawasan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, AHY menawarkan pendekatan aglomerasi polisentris.

Aglomerasi polisentris merupakan konsep pengembangan beberapa pusat pertumbuhan yang saling terhubung dan berkembang berdasarkan keunggulan masing-masing wilayah.

Melalui pendekatan tersebut, setiap daerah dapat berkembang sesuai potensi dan fungsinya. Di saat yang sama, daerah-daerah tersebut tetap saling memperkuat melalui konektivitas, jaringan logistik, dan aktivitas ekonomi.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi kawasan diharapkan berlangsung lebih seimbang dan berkelanjutan.

"Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan ego sektoral. Yang dibutuhkan adalah pengembangan kawasan yang terintegrasi sehingga setiap daerah dapat tumbuh sesuai keunggulannya, namun tetap saling terhubung dan saling memperkuat," kata AHY.


Berita Terkait


News Update