Selain berkiprah di dunia profesional, Troy Pantouw juga aktif dalam berbagai organisasi kehumasan nasional.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) periode 2011–2014.
Setelah itu, Troy dipercaya menjadi Dewan Pakar Perhumas serta anggota Komite Mata Nasional (Komatnas).
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Troy memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang corporate affairs dan stakeholder engagement.
Pengalaman panjang tersebut kemudian membawanya bergabung dengan Otorita IKN sebagai Staf Kepala Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN.
Dalam peran tersebut, ia menjadi salah satu wajah komunikasi publik pemerintah terkait pembangunan dan perkembangan Ibu Kota Nusantara.
Troy Pantouw Meninggal karena Apa?
Kepergian Troy Pantouw turut memunculkan pertanyaan publik mengenai penyebab wafatnya.
Anak almarhum, Romeo Matthew Pantouw, mengungkapkan sang ayah memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi atau hipertensi.
Meski demikian, lanjut Romeo, kondisi tersebut selama ini masih dapat dikendalikan karena Troy rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
Romeo juga menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan pada jasad ayahnya.
"Memang apa yang kami dengar kematiannya secara wajar, tidak ada lebam, tidak ada tanda-tanda kekurangan oksigen, begitu ya. Tentu kami menyerahkan kepada pihak yang berwenang, kepada Polri, TNI, saya yakin sudah bekerja keras untuk kasus ini, hal ini," ucapnya.
