BNI Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Ekonomi Pesisir saat Hari Mangrove Sedunia

Minggu 26 Jul 2026, 13:32 WIB
BNI memperingati Hari Mangrove Sedunia, Minggu, 26 Juli 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
BNI memperingati Hari Mangrove Sedunia, Minggu, 26 Juli 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen mendukung pelestarian ekosistem pesisir melalui rehabilitasi mangrove pada Hari Mangrove Sedunia, Minggu, 26 Juli 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) BNI.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi, perseroan telah menanam 258.000 bibit mangrove di sejumlah kawasan pesisir strategis, yakni Mempawah (Kalimantan Barat), Kebumen (Jawa Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Pamekasan (Jawa Timur) selama delapan tahun terakhir.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari strategi BNI membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS). Langkah tersebut juga selaras dengan arah transformasi BUMN yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

"Pelestarian mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat. Karena itu, kami melibatkan kelompok tani dan warga mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung," kata Okki dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: BNI Dukung Langkah Fajar/Fikri Jaga Momentum Juara di China Open 2026

Selain menyerap karbon alami (carbon sink), mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan kenaikan muka air laut. Ekosistem ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut yang menopang aktivitas perikanan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir.

Pendekatan tersebut turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis mangrove, mulai dari ekowisata hingga pengembangan produk olahan, sehingga manfaat rehabilitasi tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dampak program tersebut pun telah terukur. Evaluasi terhadap Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 84,09 persen, yang mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan dan manfaat program.

"Semangat Swadharma Bhakti Nagara mendorong BNI untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap inisiatif TJSL kami diarahkan agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal," ujarnya.

Relawan BNI menanam mangrove saat Hari Mangrove Sedunia, Minggu, 26 Juli 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

BNI akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat rehabilitasi mangrove sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis ekosistem pesisir.

Sejalan dengan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Berita Terkait


News Update