POSKOTA.CO.ID - Samsung Galaxy Z Fold 8 hadir membawa ekspektasi besar, terutama setelah berbagai kritik yang diterima generasi sebelumnya terkait desain.
Di atas kertas, Samsung Galaxy Z Fold 8 memang menawarkan spesifikasi yang mengesankan.
Meski demikian, spesifikasi tinggi belum tentu mampu menggambarkan pengalaman penggunaan sehari-hari.
Dalam praktiknya, banyak faktor lain yang menjadi pertimbangan calon pembeli.
Pengujian selama tiga hari memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai performa Samsung Galaxy Z Fold 8 di luar angka-angka spesifikasi.
Lantas, apakah berbagai pembaruan tersebut cukup untuk menjadikan Samsung Galaxy Z Fold 8 sebagai smartphone lipat terbaik saat ini?
Baca Juga: Berburu HP Samsung Juli 2026? Ini Perbandingan Harga Baru dan Second yang Wajib Dicek
Review Samsung Galaxy Z Fold 8
Berikut ulasan lengkap mengenai pengalaman menggunakan Samsung Galaxy Z Fold 8 setelah tiga hari pemakaian, seperti dikutip dari kanal YouTube XEETECHCARE, Sabtu, 25 Juli 2026.
1. Desain
Perubahan paling mencolok pada Galaxy Z Fold 8 terdapat pada desain bodinya.
Samsung akhirnya mengadopsi konsep passport style, yakni bodi yang lebih pendek tetapi lebih lebar dibanding generasi Fold sebelumnya.
Desain baru ini membuat layar penutup berukuran 5,5 inci terasa jauh lebih nyaman digunakan.
Saat ponsel berada dalam kondisi tertutup, aktivitas seperti mengetik pesan, membuka media sosial, hingga menjelajah internet dapat dilakukan dengan lebih mudah menggunakan satu tangan.
Rasio layar yang lebih proporsional juga membuat Galaxy Z Fold 8 terasa seperti smartphone konvensional, sehingga pengguna tidak harus terus-menerus membuka layar utama hanya untuk menjalankan aktivitas ringan.
Perubahan tersebut menjadi salah satu peningkatan terbesar yang langsung terasa sejak pertama kali menggunakan perangkat.
2. Bobot Perangkat
Selain desain baru, Samsung juga berhasil memangkas bobot perangkat sehingga Galaxy Z Fold 8 menjadi salah satu ponsel lipat paling ringan yang pernah diproduksi perusahaan.
Bobot yang lebih ringan memberikan kenyamanan lebih saat digunakan dalam waktu lama.
Pengguna tidak akan cepat merasa lelah ketika menggenggam perangkat untuk memotret, merekam video, membaca artikel, maupun menikmati hiburan.
Dalam kategori smartphone lipat, bobot yang ringan dinilai lebih penting dibanding sekadar memiliki bodi yang sangat tipis karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan penggunaan sehari-hari.
3. Layar
Samsung mempertahankan layar utama berukuran 7,6 inci yang kini tampil lebih optimal berkat perubahan rasio layar.
Layar bagian dalam memberikan pengalaman yang mendekati tablet sehingga sangat nyaman digunakan untuk multitasking, membaca dokumen, mengedit foto, hingga menikmati konten video.
Sementara itu, layar penutup kini terasa lebih fungsional karena tampil lebih lebar dibanding seri Fold terdahulu.
Kedua layar juga memiliki tingkat kecerahan yang cukup tinggi sehingga tetap nyaman digunakan di luar ruangan meskipun berada di bawah sinar matahari.
4. Kamera
Di sektor fotografi, Galaxy Z Fold 8 masih mengandalkan kamera utama 50 MP yang dipadukan kamera ultra-wide.
Hasil foto dari kedua kamera tersebut mampu menghasilkan detail yang tajam, warna yang konsisten, serta performa yang baik pada berbagai kondisi pencahayaan.
Samsung juga menyediakan mode pengambilan gambar 24 MP yang dapat menghasilkan detail lebih tinggi setelah diaktifkan melalui menu pengaturan.
Namun, absennya kamera telefoto khusus menjadi salah satu kekurangan perangkat ini.
Pada pembesaran sekitar 4x, kualitas foto masih tergolong baik. Akan tetapi, ketika diperbesar hingga 10x, kualitas gambar mulai menurun dengan munculnya noise yang cukup terlihat.
Bagi pengguna yang sering memotret objek dari jarak jauh, hal ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli.
5. Performa
Samsung Galaxy Z Fold 8 ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan RAM 12 GB.
Selama tiga hari penggunaan, performanya mampu menangani berbagai aktivitas berat tanpa hambatan.
Berpindah antar aplikasi berlangsung mulus, membuka banyak jendela sekaligus tetap responsif, sementara berbagai gim dengan grafis tinggi dapat dimainkan pada pengaturan maksimal.
Dukungan One UI 9 berbasis Android 17 juga menghadirkan pengalaman penggunaan yang semakin matang.
Samsung menyematkan berbagai fitur Galaxy AI yang membantu produktivitas, mulai dari pengeditan foto berbasis kecerdasan buatan hingga berbagai fitur multitasking yang memanfaatkan layar besar.
6. Baterai
Galaxy Z Fold 8 dibekali baterai berkapasitas 4.800 mAh. Dalam pengujian dengan penggunaan berat seperti merekam video, memotret, mengaktifkan jaringan 5G, menggunakan navigasi, hingga media sosial, baterai mampu bertahan hingga penghujung hari meski sisa dayanya tidak terlalu banyak.
Sementara itu, pada penggunaan normal seperti browsing, bekerja, membaca email, menonton video, dan media sosial, konsumsi daya terasa jauh lebih efisien.
Meski belum menjadi yang terbaik di kelas foldable, daya tahan baterainya masih tergolong memadai untuk mendukung aktivitas harian.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra vs Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Bedanya? Ini 10 Perbedaannya
Apakah Layak Dibeli?
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy Z Fold 8 merupakan salah satu peningkatan terbesar yang pernah dilakukan Samsung pada lini Galaxy Z Fold.
Desain passport style membuat pengalaman penggunaan jauh lebih nyaman dibanding generasi sebelumnya.
Layar lebih optimal, bekas lipatan semakin minim, performa sangat kencang, serta fitur multitasking menjadi nilai jual utama perangkat ini.
Di sisi lain, kamera telefoto yang belum tersedia, kapasitas baterai yang masih kalah dari beberapa kompetitor, dan harga yang sangat tinggi menjadi beberapa aspek yang patut dipertimbangkan.
Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman menggunakan smartphone lipat premium dengan software yang matang dan performa terbaik, Samsung Galaxy Z Fold 8 layak masuk daftar pilihan.
Namun, bagi pengguna yang lebih mengutamakan kemampuan kamera atau mencari perangkat dengan harga yang lebih terjangkau, masih tersedia sejumlah alternatif lain di pasar yang bisa menjadi bahan pertimbangan.
