Hasil foto dari kedua kamera tersebut mampu menghasilkan detail yang tajam, warna yang konsisten, serta performa yang baik pada berbagai kondisi pencahayaan.
Samsung juga menyediakan mode pengambilan gambar 24 MP yang dapat menghasilkan detail lebih tinggi setelah diaktifkan melalui menu pengaturan.
Namun, absennya kamera telefoto khusus menjadi salah satu kekurangan perangkat ini.
Pada pembesaran sekitar 4x, kualitas foto masih tergolong baik. Akan tetapi, ketika diperbesar hingga 10x, kualitas gambar mulai menurun dengan munculnya noise yang cukup terlihat.
Bagi pengguna yang sering memotret objek dari jarak jauh, hal ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli.
5. Performa
Samsung Galaxy Z Fold 8 ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan RAM 12 GB.
Selama tiga hari penggunaan, performanya mampu menangani berbagai aktivitas berat tanpa hambatan.
Berpindah antar aplikasi berlangsung mulus, membuka banyak jendela sekaligus tetap responsif, sementara berbagai gim dengan grafis tinggi dapat dimainkan pada pengaturan maksimal.
Dukungan One UI 9 berbasis Android 17 juga menghadirkan pengalaman penggunaan yang semakin matang.
Samsung menyematkan berbagai fitur Galaxy AI yang membantu produktivitas, mulai dari pengeditan foto berbasis kecerdasan buatan hingga berbagai fitur multitasking yang memanfaatkan layar besar.
6. Baterai
Galaxy Z Fold 8 dibekali baterai berkapasitas 4.800 mAh. Dalam pengujian dengan penggunaan berat seperti merekam video, memotret, mengaktifkan jaringan 5G, menggunakan navigasi, hingga media sosial, baterai mampu bertahan hingga penghujung hari meski sisa dayanya tidak terlalu banyak.
Sementara itu, pada penggunaan normal seperti browsing, bekerja, membaca email, menonton video, dan media sosial, konsumsi daya terasa jauh lebih efisien.
