SERANG, POSKOTA.CO.ID - Grup 1 Kopassus resmi meluncurkan Program Eco Waste di Serang, Sabtu, 25 Juli 2026. Program ini menjadi upaya mendorong masyarakat desa membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.
Program Eco Waste merupakan inisiatif Komandan Grup 1 Kopassus Brigjen TNI Raden Nasharul Fathurrohman. Pelaksanaannya melibatkan Pemerintah Kota Serang, akademisi, narasumber, serta masyarakat desa binaan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sampah.
Dalam kegiatan tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan. Program Eco Waste juga diarahkan untuk membangun kepedulian, kemandirian, dan keberlanjutan bagi masyarakat serta generasi mendatang.
Baca Juga: Kecelakaan Ojol vs Truk LPG di Depok, Pengemudi Tewas dan Penumpang Luka
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan Dansatgas Sampah Grup 1 Kopassus Letkol Inf Tomy Hakim Gunawan. Ia memaparkan kesiapan pelaksanaan Program Eco Waste sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Wakil Komandan Grup 1 Kopassus Kolonel Inf Dhanang Agus Setiawan secara resmi membuka Program Eco Waste sekaligus Lomba Eco Waste yang diikuti desa-desa di wilayah Serang.
Dhanang menegaskan komitmen Grup 1 Kopassus dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Program ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam membangun pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat agar mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi," ujarnya.
Baca Juga: Komisi III DPR Kritik Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi dan Borgol, Minta Kejagung Tak Tebang Pilih
Desa Didorong Ciptakan Inovasi Pengelolaan Sampah
Melalui Lomba Eco Waste, desa-desa peserta didorong menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah desa.
Sejumlah inovasi yang dikembangkan meliputi budidaya maggot, peternakan ayam, pembuatan komposter, rocket stove, hingga pengembangan bank sampah digital.
Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Baca Juga: Review Samsung Galaxy Z Fold 8 Setelah 3 Hari Pemakaian, Layak Dibeli? Simak Selengkapnya
Selain meluncurkan program dan lomba, Grup 1 Kopassus juga membangun Workshop Eco Waste yang akan difungsikan sebagai pusat edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah.
Workshop tersebut mendukung penerapan sistem pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.
Pengelolaan sampah juga diarahkan memanfaatkan teknologi serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular, sehingga sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.
Program Eco Waste turut mencakup edukasi mengenai budidaya maggot, pengelolaan bank sampah, serta pemanfaatan lahan produktif.
Baca Juga: Anaia Victoria Sekolah di Mana? Simak Profil Gadis yang Diduga Dekat dengan Noah Sinclair
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan potensi kesejahteraan warga desa.
Dalam pelaksanaannya, Program Eco Waste Grup 1 Kopassus mengusung tema "Desa Tangguh, Lingkungan Lestari, Indonesia Berdikari".
Melalui program ini, Grup 1 Kopassus berharap gerakan pengelolaan sampah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
"Menjaga lingkungan bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara melalui kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata bersama," bunyi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
