Program Eco Waste Kopassus Resmi Diluncurkan, Dorong Desa Kelola Sampah Bernilai Ekonomi

Sabtu 25 Jul 2026, 20:43 WIB
Program Eco Waste yang diluncurkan Grup 1 Kopassus di Serang, Banten, Sabtu, 25 Juli 2026 (Sumber: Istimewa)
Program Eco Waste yang diluncurkan Grup 1 Kopassus di Serang, Banten, Sabtu, 25 Juli 2026 (Sumber: Istimewa)

Sejumlah inovasi yang dikembangkan meliputi budidaya maggot, peternakan ayam, pembuatan komposter, rocket stove, hingga pengembangan bank sampah digital.

Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Baca Juga: Review Samsung Galaxy Z Fold 8 Setelah 3 Hari Pemakaian, Layak Dibeli? Simak Selengkapnya

Selain meluncurkan program dan lomba, Grup 1 Kopassus juga membangun Workshop Eco Waste yang akan difungsikan sebagai pusat edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah.

Workshop tersebut mendukung penerapan sistem pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.

Pengelolaan sampah juga diarahkan memanfaatkan teknologi serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular, sehingga sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.

Program Eco Waste turut mencakup edukasi mengenai budidaya maggot, pengelolaan bank sampah, serta pemanfaatan lahan produktif.

Baca Juga: Anaia Victoria Sekolah di Mana? Simak Profil Gadis yang Diduga Dekat dengan Noah Sinclair

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan potensi kesejahteraan warga desa.

Dalam pelaksanaannya, Program Eco Waste Grup 1 Kopassus mengusung tema "Desa Tangguh, Lingkungan Lestari, Indonesia Berdikari".

Melalui program ini, Grup 1 Kopassus berharap gerakan pengelolaan sampah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Berita Terkait


News Update