Menanggapi kemunculan peta yang disebut sebagai lokasi zona merah rawan begal di Kota Bandung, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi pun buka suara.
Dedi menegaskan bahwa peta yang beredar luas di masyarakat tersebut tidaklah benar atau hoaks. Ia mengatakan, peta tersebut adalah berita bohong dan bukan bersumber dari kepolisian.
Baca Juga: Residivis Gelapkan Mobil Pikap di Serang, Tidak Bayar Uang Sewa Bulan Kedua
"Terkait dengan berita-berita di media sosial bahwasanya ada daerah rawan, daerah merah, daerah hijau, dan daerah kuning, itu tidak benar. Untuk peta yang tersebar yang membagi habis wilayah Kota Bandung ini menjadi kategorinya merah kemudian kuning ataupun hijau, saya katakan itu bukan dari institusi kepolisian," kata Dedi dalam keterangannya.
Dedi mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu viral di media sosial soal kejahatan jalanan yang belum diketahui sumber aslinya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian selalu melakukan patroli rutin pada jam-jam rawan untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan di Bandung.
"Kami imbau kepada masyarakat Kota Bandung tidak perlu resah, tidak perlu lagi merasa-rasa cemas khususnya untuk warga Bandung itu sendiri maupun warga yang akan berlibur ke Kota Bandung," ujarnya.
"Setiap malam kita sudah menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan polsek jajaran, kurang lebih 2/3 kekuatan kita turunkan dari sejumlah 2.600 personel secara bergantian," pungkasnya.
