"Piala Dunia ini terasa satu turnamen terlalu banyak baginya. Roberto Martinez seharusnya memainkan penyerang murni dan menggunakan Ronaldo sebagai pemain pengganti," kata Waddle.
Ia menilai kehadiran Ronaldo dari bangku cadangan tetap bisa menjadi ancaman serius bagi lawan.
"Jika dia masuk pada 30 menit terakhir, lawan pasti akan khawatir. Tetapi ketika menjadi starter, terlihat bahwa dia sudah tidak memiliki tenaga seperti dulu, terutama memasuki setengah jam terakhir pertandingan."
Baca Juga: Residivis Gelapkan Mobil Pikap di Serang, Tidak Bayar Uang Sewa Bulan Kedua
Euro 2028 Bisa Menjadi Panggung Terakhir Ronaldo
Hal menarik lainnya adalah Ronaldo tidak secara khusus menyebut Euro 2028 ketika membicarakan masa depannya. Bagi Waddle, hal tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa sang megabintang masih mempertimbangkan untuk tampil di Piala Eropa mendatang.
"Saya memperhatikan dia tidak pernah menyebut Euro. Bisa jadi dia masih ingin tampil di Euro 2028," ucapnya.
Jika benar kembali memperkuat Portugal pada Euro 2028, Ronaldo akan berusia 43 tahun. Ia pun berpeluang menciptakan sejarah baru sebagai salah satu pemain tertua yang tampil di putaran final Piala Eropa.
Pada akhirnya, kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026 memang menutup satu babak penting dalam perjalanan Ronaldo. Namun, berdasarkan pandangan Chris Waddle, pintu untuk melihat sang megabintang mengenakan seragam Portugal masih belum benar-benar tertutup.
Ronaldo mungkin telah mengakhiri perjalanan di Piala Dunia, tetapi bukan berarti kisahnya bersama Timnas Portugal harus selesai. Jika kondisi fisik dan performanya masih memungkinkan, Euro 2028 bisa menjadi panggung berikutnya bagi pemain yang selama hampir dua dekade menjadi simbol sepak bola Portugal tersebut.
